Kandang Ayam di Kerjo Karanganyar Roboh, Ribuan Ayam Mati
- 01 Apr 2026 17:21 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Karanganyar - Sebuah kandang ayam milik warga di Dusun Dumpul, Desa Sumberejo, Kecamatan Kerjo, Kabupaten Karanganyar pada Selasa 31 Maret 2026 malam. Insiden yang terjadi sekitar pukul 22.30 WIB tersebut mengakibatkan pemilik kandang mengalami luka-luka akibat tertimpa material bangunan.
Kalakhar BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno, menjelaskan peristiwa ini bermula saat pemilik kandang bernama Suwarto (48) sedang melakukan pengecekan rutin terhadap ribuan ternaknya. Pengecekan tengah malam tersebut memang menjadi agenda rutin yang dilakukan oleh korban untuk memastikan kondisi populasi ayam pejantan miliknya.
“Pemilik kandang itu sekitar pukul sepuluh malam pergi ke kandang untuk melakukan pengecekan secara rutin. Jadi kandang itu memang setiap malam dicek secara rutin oleh pemiliknya tersebut,” ujar Hendro Prayitno, Rabu 1 April 2026 siang.
Hendro menambahkan berdasarkan keterangan korban, awalnya tidak ada tanda-tanda kerusakan pada bangunan kandang panggung berukuran sepuluh kali tiga puluh meter tersebut. Namun, saat korban masih berada di dalam, struktur bangunan berbahan bambu itu tiba-tiba bergoyang dan ambruk seketika.
“Sebenarnya tidak ada tanda-tanda apa pun, tapi tiba-tiba sekitar pukul setengah sebelas malam bangunan itu bergoyang kemudian roboh dan pemilik kandang tertimpa bangunan tersebut,” katanya.
Akibat kejadian tersebut, Suwarto sempat dilarikan ke puskesmas terdekat karena mengalami luka memar di bagian kepala. Beruntung, luka yang diderita tidak serius sehingga petugas medis memperbolehkan korban untuk menjalani rawat jalan di rumah.
Selain melukai pemiliknya, lanjut Hendro, ambruknya kandang dengan atap genting tersebut juga membawa kerugian besar bagi sektor peternakan setempat. Dari total populasi lima ribu ekor ayam pejantan berumur lima puluh tiga hari, diperkirakan sekitar dua ribu ekor di antaranya mati tertimpa reruntuhan.
“Untuk dampak kejadiannya, ada ayam pejantannya umur lima puluh tiga hari. Jumlahnya lima ribu ekor dan diperkirakan ada dua ribu ekor yang mati. Ini yang masuk dalam laporan T-R-C BPBD Kabupaten Karanganyar,” ujar Hendro.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....