Sekolah Tua Roboh, Keselamatan Siswa Jadi Sorotan Utama

  • 13 Mei 2026 11:20 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID; Surakarta - Runtuhnya atap Madrasah Tsanawiyah atau MTs di Kabupaten Sragen kembali menjadi peringatan serius soal kondisi bangunan sekolah tua yang belum tersentuh perbaikan. Peristiwa yang terjadi di Desa Karanganyar, Kecamatan Sambungmacan itu memicu kekhawatiran masyarakat terhadap keselamatan siswa saat proses belajar mengajar berlangsung.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sragen, Haji Sugiyamto mengatakan, pemerintah perlu segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh bangunan sekolah, baik negeri maupun swasta, khususnya yang sudah berusia tua.

" kondisi sarana dan prasarana sekolah sangat menentukan kenyamanan siswa maupun kepercayaan orang tua dalam menyekolahkan anak-anak mereka, ungkap Sugiyamto dalam dialog di RRI Rabu 13 Mei 2026.

Sugiyamto menilai, banyak sekolah sebenarnya telah mengusulkan renovasi. Namun, bantuan perbaikan kerap terkendala aturan jumlah siswa minimal. Akibatnya, sekolah dengan jumlah murid sedikit, terutama di wilayah terpencil, kesulitan mendapatkan prioritas bantuan meski kondisi bangunannya memprihatinkan.

Sementara itu, Pengurus Dewan Pendidikan Kabupaten Sragen, Drs. Warjito, menyebut lemahnya pengawasan dan perawatan bangunan menjadi salah satu faktor yang harus dibenahi. Ia mengatakan, kerusakan pada bagian dalam bangunan sering kali tidak terdeteksi karena pemeriksaan hanya dilakukan secara visual dari luar.

Warjito menambahkan, sekolah perlu melakukan pengecekan rutin hingga ke struktur atap dan rangka bangunan untuk mencegah kejadian serupa terulang.

"Keselamatan peserta didik harus menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan pendidikan, ungkap Warjito .

Dari pihak Kementerian Agama Kabupaten Sragen, Kasi Pendidikan Madrasah Wiyono menjelaskan, bangunan madrasah yang roboh merupakan bangunan lama yang berdiri sejak tahun 1978 dan belum pernah mendapatkan rehabilitasi besar. Saat ini, proses pendampingan terhadap korban terus dilakukan, termasuk pemulihan psikologis bagi siswa dan guru yang mengalami trauma akibat insiden tersebut.

Meski kegiatan belajar sementara dihentikan, pihak madrasah memastikan proses pendidikan akan tetap berjalan dengan memanfaatkan ruang alternatif yang dinilai aman digunakan.

Peristiwa robohnya sekolah ini menjadi pengingat bahwa keamanan fasilitas pendidikan tidak boleh diabaikan. Pemerintah daerah, sekolah, dan masyarakat diharapkan dapat bersama-sama mengawasi kondisi bangunan sekolah agar tragedi serupa tidak kembali terjadi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....