Siswa Baru SD-SMP Negeri Sragen Dapat Bantuan Seragam Gratis, Disdikbud Siapkan 4,1 M

  • 13 Jul 2026 13:04 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, SRAGEN — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen memastikan program bantuan seragam sekolah gratis bagi siswa baru tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri tetap berjalan pada tahun ajaran ini. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sragen menggelontorkan Rp 4,1 M dari APBD 2026.

Saat ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sragen tengah mempercepat proses pendataan jumlah riil penerima manfaat, termasuk rincian ukuran baju dari masing-masing siswa. Estimasi awal jenjang SD 9.069 siswa dan 16.200 siswa untuk jenjang SMP.

Sekretaris Disdikbud Kabupaten Sragen, Sukisno, menjelaskan bahwa pengumpulan data ukuran ini menjadi tahapan paling krusial guna menghindari terjadinya salah ukuran saat pakaian dibagikan. Mengingat pendaftaran siswa baru tingkat SD terkadang masih fluktuatif hingga minggu kedua masuk sekolah, Disdikbud bergerak taktis agar data yang masuk benar-benar valid dan siap diolah.

"Untuk SMP insyaallah datanya sudah mantap (fix), sedangkan untuk SD memang biasanya masih ada tambahan atau susulan di minggu-minggu awal. Proses pengumpulan ukuran seragam dari tiap sekolah saat ini sedang kita lakukan agar datanya rigid," ujar Sukisno saat dikonfirmasi, Senin 13 Juli 2026.

Berbeda dengan skema bantuan pada umumnya yang memberikan potongan kain mentah, Pemkab Sragen pada tahun ini mengambil kebijakan untuk menyalurkan bantuan dalam bentuk pakaian jadi (siap pakai). Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah nyata pemerintah daerah guna meringankan beban ekonomi orang tua murid.

"Kalau kita berikan kain mentah, itu justru berpotensi membebani orang tua karena mereka harus keluar biaya lagi untuk menjahitkannya. Bahkan terkadang biaya jahit bisa lebih mahal daripada harga kainnya. Maka dari itu, kami putuskan bantuannya berupa pakaian jadi dengan ukuran standar SNI, mulai dari ukuran S, M, L, XL, hingga ukuran khusus luar besar," kata Sukisno menjelaskan.

Adapun jenis seragam gratis yang akan dialokasikan difokuskan pada seragam nasional wajib, yakni warna merah-putih untuk tingkat SD dan warna biru-putih untuk tingkat SMP, lengkap dengan penyesuaian model jilbab bagi siswi muslimah yang berhijab. Program bantuan seragam gratis ini secara khusus dialokasikan untuk sekolah negeri.

Mengenai mekanisme pengadaannya, Disdikbud Sragen saat ini sedang merampungkan proses administrasi internal sebelum melemparkannya ke sistem e-katalog. Prosedur pemilihan penyedia nantinya direncanakan menggunakan metode mini kompetisi, berkoordinasi erat dengan bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ).

Menanggapi kekhawatiran orang tua terkait siswa baru yang belum bisa langsung mengenakan seragam resmi pada masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) akibat panjangnya rantai birokrasi pengadaan pemerintah, Sukisno mengimbau agar masyarakat tidak perlu cemas. Pihak sekolah dipastikan akan memberikan kelonggaran penuh selama proses produksi seragam jadi berlangsung di tingkat penyedia.

"Anggaran pemerintah tentu membutuhkan proses administrasi yang lumayan panjang dan tidak bisa instan seketika jadi. Jika siswa baru belum mampu membeli seragam sendiri di awal sekolah, silakan memakai baju yang ada terlebih dahulu. Proses ini harus kita lalui demi akuntabilitas, dan kami berusaha menyelesaikannya secepat mungkin," pungkasnya. MI

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....