Jelang Tahun Ajaran Baru, Penjualan Seragam SMA dan SMK di Karanganyar Meningkat

  • 09 Jul 2026 20:23 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Karanganyar - Penjualan pakaian seragam sekolah di Kabupaten Karanganyar mengalami tren kenaikan, khususnya untuk komoditas pakaian tingkat SMA dan SMK menjelang tahun ajaran baru. Geliat transaksi tersebut mulai terasa ramai sejak dua minggu lalu sebelum akhirnya perlahan melandai mendekati hari pertama masuk sekolah.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan permintaan seragam untuk tingkat SMP yang justru sepi akibat peminat akibat adanya kebijakan pembagian kain dari pihak instansi pendidikan. Pengelola usaha biasanya menyiasati fluktuasi pasar tersebut dengan mengoptimalkan ketersediaan stok pakaian luar untuk memenuhi kebutuhan siswa kelas peralihan.

"Mulai ramai itu 2 minggu kemarin, akhir bulan berarti sudah mulai ramai dan ini sudah mulai surut," kata pedagang seragam sekolah di Karanganyar Bambang Susilo, Kamis 9 Juli 2026.

Bambang menyampaikan omzet penjualan grosir miliknya pada musim liburan kali ini jauh lebih baik jika dibandingkan dengan masa pandemi beberapa tahun lalu. Pada puncak masa ramai kemarin, dirinya mampu melayani rata-rata hingga puluhan orang pembeli per hari yang berburu kelengkapan sekolah.

"Pembeli yang pas ramai kemarin itu sehari bisa sekitar 40-an pembeli, tapi hari ini mulai surut menjelang masuk sekolah," imbuh katanya.

Adapun produk pakaian yang paling cepat habis dan menjadi buruan utama para orang tua murid didominasi oleh ukuran standar remaja seperti M dan L. Bambang menuturkan, untuk harga satu setel pakaian sekolah tingkat atas yang terdiri dari kemeja dan celana panjang saat ini dipatok pada kisaran harga yang relatif masih terjangkau oleh masyarakat.

"Satu setel kemeja dan celana panjang rata-rata untuk SMA itu sekitar 150 ribu lah atas bawah," ucapnya.

Kenaikan harga bahan baku tekstil dari sektor hulu konveksi secara umum hanya mengalami penyesuaian tipis berkisar Rp2.000 per potong pakaian akibat dampak situasi ekonomi global. Pengusaha juga melengkapi komoditas dagangan mereka dengan menyediakan atribut pelengkap seperti bordir nama sekolah lokal guna mempermudah konsumen.

"Harga saya, tergantung dari konveksinya, untuk saat ini ya tetap naik, paling-paling 2.000 untuk satu potong," ujar Bambang.

Melalui persiapan stok yang matang sejak jauh hari, rantai distribusi pemenuhan seragam di tingkat daerah dipastikan tetap berjalan aman dan terkendali. Para pelaku usaha berharap perputaran ekonomi sektor retail pakaian ini dapat terus stabil sepanjang tahun ajaran berjalan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....