Tuntaskan SPMB SD, Disdikbud Boyolali Fokuskan MPLS

  • 12 Jul 2026 21:14 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Boyolali - Proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Boyolali tahun ajaran 2026/2027 telah rampung dilaksanakan.

Pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Boyolali kini tengah mematangkan persiapan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) menjelang dimulainya tahun ajaran baru.

Ditemui dikantornya pada Kamis, 9 Juli 2026, Kepala Disdikbud Kabupaten Boyolali, Dwi Hari Kuncoro, mengungkapkan bahwa total pendaftar SD di Kabupaten Boyolali, baik untuk sekolah negeri maupun swasta mencapai belasan ribu anak. Dari jumlah tersebut, mayoritas pendaftar telah dinyatakan diterima di satuan pendidikan masing-masing.

"Sistem Penerimaan Murid Baru pada jenjang Sekolah Dasar di Kabupaten Boyolali pada tahun ajaran 2026/2027 itu se-Kabupaten Boyolali ada 10.396 pendaftar. Baik Sekolah Dasar Negeri maupun swasta. Kemudian yang diterima itu jumlahnya 10.123 dan mungkin kalau ada yang menanyakan selisihnya sekolah di mana, nah ini bersekolah di Madrasah, jadi yang di luar SD negeri dan swasta, yang sederajat atau setingkat setara dengan SD," ujar Dwi Hari Kuncoro.

Berdasarkan data sebaran di 22 Kecamatan yang ada di Kabupaten Boyolali, Kecamatan Boyolali menjadi wilayah dengan jumlah siswa baru diterima paling banyak, yaitu mencapai 952 murid.

Sebaliknya, wilayah dengan jumlah siswa baru diterima paling sedikit berada di Kecamatan Sawit, yakni sebanyak 197 murid. Disdikbud Boyolali juga menaruh perhatian besar pada pelaksanaan MPLS.

Dwi Hari Kuncoro menegaskan bahwa pihaknya telah mensosialisasikan petunjuk teknis (juknis) resmi agar pelaksanaan MPLS berjalan dengan aman, nyaman dan edukatif selama lima hari.

Dirinya menekankan larangan keras terhadap segala bentuk tindakan negatif, termasuk perpeloncoan dan pungutan liar dalam bentuk apa pun.

"MPLS sudah kami sosialisasikan ke jajaran kami bahwa MPLS nanti akan dilaksanakan selama lima hari dan di sana nanti yang kami pastikan, kami tekankan dan berkali-kali kita sampaikan itu bahwa pelaksanaan itu tidak ada perpeloncoan, tidak ada bullying, kemudian tidak ada iuran yang berbayar. Itu kami tekankan untuk bisa dilaksanakan dan diindahkan di semua satuan pendidikan," katanya menambahkan.

Demi mengawal kebijakan tersebut agar berjalan optimal di lapangan, Disdikbud Kabupaten Boyolali juga telah menerbitkan petunjuk teknis resmi yang wajib dipatuhi oleh seluruh jajaran sekolah. (JK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....