Dinas Pendidikan Boyolali Optimalkan Jalur Domisili untuk Penuhi Kuota SMP

  • 08 Jul 2026 10:44 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Boyolali – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boyolali terus berupaya mengakomodasi calon siswa yang belum mendapatkan sekolah pada penerimaan peserta didik baru tingkat SMP.

Salah satu langkah yang diambil adalah mengoptimalkan jalur domisili untuk mengakomodasi warga yang berpindah tempat tinggal namun terkendala aturan administrasi kependudukan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boyolali, Dwi Hari Kuncoro, mengungkapkan bahwa pihaknya telah membuka pendaftaran gelombang kedua untuk mengakomodasi murid yang belum mendapatkan sekolah, baik di instansi negeri maupun swasta.

"Kemudian di salah satu pertimbangannya juga kita mengakomodir untuk orang tua atau murid yang belum bisa masuk sekolahan melalui jalur domisili. Karena memang ada beberapa warga masyarakat itu yang berpindah kependudukannya," kata Dwi Hari Kuncoro saat ditemui dikantornya pada Senin, 6 Juli 2026.

Dwi menambahkan, kendala sering muncul karena kartu keluarga warga yang berpindah tersebut belum mencapai usia satu tahun, sehingga tidak memenuhi syarat untuk mendaftar melalui jalur domisili. Padahal, di sisi lain, terdapat sejumlah SMP di Boyolali yang masih memiliki sisa kuota atau kursi kosong.

"Karena memang ada beberapa warga masyarakat itu yang berpindah kependudukannya, kemudian kartu keluarganya itu umurnya belum satu tahun, dia tidak bisa difasilitasi atau tidak bisa masuk sekolah SPMB melalui jalur domisili," katanya menambahkan

Data menunjukkan bahwa dari 52 SMP yang ada di Boyolali, terdapat sekitar 32 sekolah yang masih memiliki kursi kosong dengan total kekurangan murid mencapai lebih dari 1.000 bangku.

Meskipun demikian, Dwi menekankan bahwa pemerintah tidak menargetkan sekolah harus penuh, melainkan fokus pada pemberian pelayanan dasar pendidikan bagi seluruh warga negara.

"Kita hanya memberikan pelayanan dasar berupa pendidikan bagi warga negara Indonesia untuk bisa menyekolahkan putra-putrinya. Jadi kalau untuk target, kami memang enggak ada target karena memang kami hanya memberikan pelayanan dasar," ucap Dwi Hari Kuncoro.

Pemerintah Kabupaten Boyolali berharap melalui pembukaan gelombang kedua ini, seluruh anak usia sekolah di Boyolali tetap dapat terfasilitasi untuk menempuh pendidikan di bangku sekolah negeri yang gratis, terutama bagi keluarga yang kurang mampu. (JK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....