Pemkab Boyolali Imbau ASN Beli Telor Minimal 1 Kilogram

  • 09 Jul 2026 20:09 WIB
  •  Surakarta

RRI. CO. ID, Boyolali – Pemkab Boyolali mengimbau seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Boyolali untuk membeli minimal 1 kilogram telur ayam hasil produksi peternak lokal.

Imbauan tersebut tertuang dalam surat yang diterbitkan Bupati Boyolali, Agus Irawan, sebagai upaya membantu peternak yang terdampak anjloknya harga telur.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Boyolali, Ahmad Gojali, mengatakan langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas keluhan para peternak yang saat ini menghadapi penurunan harga jual telur.

"Mereka mengeluhkan kondisi peternakan saat ini, di mana harga jual telur sedang turun drastis. Kondisi tersebut diperparah oleh melimpahnya produksi telur yang tidak sebanding dengan harga pakan yang tinggi, serta kurangnya daya serap pasar," ujar Gojali kepada wartawan disela sela acara gerakan ASN membeli telur.

Sebagai langkah awal, Disnakkan Boyolali membeli 100 kilogram telur menggunakan dana swadaya ASN dengan harga acuan pemerintah sebesar Rp24.000 per kilogram.

Gojali berharap gerakan tersebut dapat diikuti seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Boyolali.

Menurutnya, jumlah ASN di Kabupaten Boyolali mencapai sekitar 12.000 hingga 13.000 orang. Apabila seluruh ASN membeli minimal 1 kilogram telur, maka akan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan penyerapan hasil produksi peternak.

Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Boyolali, Krishandrika Immanuel Raharjo, menyambut baik langkah Pemerintah Kabupaten Boyolali tersebut.

"Kami sangat berterima kasih, khususnya kepada Bapak Bupati Boyolali yang telah berkenan mengeluarkan surat imbauan agar seluruh ASN di Boyolali membeli minimal 1 kilogram telur," katanya.

Menurut Kris, gerakan tersebut berpotensi menyerap sekitar 6 hingga 7 ton telur apabila seluruh ASN ikut berpartisipasi. Ia juga mengapresiasi Disnakkan Boyolali yang membeli telur sesuai harga acuan pemerintah.

Meski demikian, Kris mengungkapkan harga telur di tingkat peternak saat ini masih berkisar Rp19.000 hingga Rp21.000 per kilogram, jauh di bawah harga yang dinilai ideal bagi keberlangsungan usaha peternak.

Selain harga jual yang rendah, peternak juga dihadapkan pada kenaikan biaya produksi.

Harga bungkil kedelai naik sekitar Rp2.000 per kilogram dalam enam bulan terakhir, sementara harga jagung di lapangan masih berada di kisaran Rp6.700 hingga Rp7.000 per kilogram, lebih tinggi dari harga acuan pemerintah sebesar Rp5.500 per kilogram.

"Kami berharap pemerintah juga membantu menjaga harga bahan baku pakan agar lebih murah dan stabil. Jika biaya produksi bisa ditekan, peternak tentu siap mengikuti kebijakan harga yang ditetapkan pemerintah," ujarnya. (Kisno/Rill)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....