Bupati Sigit Dorong IGTKI Jadi Wadah Profesionalisme Guru-Pastikan Insentif Aman

  • 23 Jun 2026 21:59 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, SRAGEN – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) menjadi momentum refleksi penting bagi para pendidik anak usia dini dan TK di Kabupaten Sragen. Di tengah tuntutan zaman, organisasi ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak peningkatan kualitas kompetensi guru demi menyongsong generasi emas 2045.

Bupati Sragen, Sigit Pamungkas, menyampaikan bahwa IGTKI memiliki peran strategis dalam membentuk fondasi pendidikan anak-anak di masa transisi.

"Tentu harapan kita IGTKI bisa menjadi wadah yang produktif bagi peningkatan kompetensi guru-guru yang terhimpun di dalamnya, dan bisa mempersiapkan dengan baik fase transisi anak-anak di PAUD untuk masuk ke jenjang Sekolah Dasar (SD)," ujar Sigit saat diwawancarai, Selasa 23 Juni 2026.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya kolaborasi IGTKI dengan berbagai pihak (stakeholder) agar pendidikan anak usia dini dapat berjalan lebih optimal. Sinergi ini dinilai krusial dalam mempersiapkan generasi muda yang tangguh, unggul, dan siap bersaing di masa depan.

Selain fokus pada peningkatan mutu pendidikan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen juga berkomitmen menjaga kualitas hidup dan kesejahteraan para pengajar. Sigit membenarkan bahwa kebijakan insentif bagi guru-guru TK di Sragen yang telah berjalan sejak tahun 2025 akan terus dipertahankan.

Besaran insentif yang diterima para guru bervariasi berdasarkan masa kerja atau periode kerja mereka, yakni mulai dari Rp300.000 hingga Rp600.000 setiap bulannya.

Meski saat ini pemerintah daerah dihadapkan pada tantangan efisiensi anggaran belanja pegawai sebesar 30% dari APBD, Bupati Sragen menegaskan bahwa hak-hak para guru PAUD dan TK tidak akan terganggu.

"Insyaallah meskipun sekarang ada tuntutan efisiensi agar biaya untuk pegawai itu 30% dari APBD, insentif itu tetap akan terus diberikan kepada guru-guru IGTKI. Tidak mempengaruhi insentif yang diberikan," ujarnya.

Tidak hanya memperhatikan kesejahteraan para guru, Pemkab Sragen juga terus mengucurkan dukungan untuk pemenuhan sarana dan prasarana (sarpras) di sekolah-sekolah TK.

Pemerintah daerah secara rutin melakukan pemetaan dan memberikan bantuan fasilitas berdasarkan kebutuhan serta kendala infrastruktur yang dihadapi oleh masing-masing sekolah di lapangan.

Melalui keseimbangan antara peningkatan kompetensi, kepastian kesejahteraan guru, dan perbaikan fasilitas sekolah, Pemkab Sragen optimistis pendidikan anak usia dini di Bumi Sukowati mampu menjadi tumpuan utama dalam mencetak Generasi Emas 2045. MI

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....