Respati Beri Insentif PAUD Rp150 Ribu Bagi Keluarga Kurang Mampu

  • 27 Feb 2026 08:12 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Pemerintah Kota Surakarta secara resmi berkomitmen untuk memberikan insentif stimulan bagi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai bagian dari upaya penjaminan pendidikan dasar warga. Kebijakan ini menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu atau berpenghasilan rendah agar tetap bisa mendapatkan layanan pendidikan berkualitas tanpa terkendala biaya operasional.

Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, menjelaskan bantuan ini merupakan langkah nyata pemkot dalam memperkuat fondasi sumber daya manusia sejak usia emas. Skema bantuan ini dipastikan akan terintegrasi dengan program Bantuan Pendidikan Masyarakat Kota Surakarta (BPMKS) yang sudah berjalan, sehingga penyaluran bantuan ke sekolah-sekolah swasta tetap terjaga kelancarannya.

"Kami akan menganggarkan insentif stimulan untuk PAUD, untuk pembiayaan masyarakat berpenghasilan rendah. BPMKS tetap akan berjalan dan akan kita salurkan melalui siswanya kepada sekolah swasta," ujar Respati Ardi usai Rapat Koordinasi Rencana Pendidikan di Kantor Dinas Pendidikan Surakarta, Kamis, 26 Februari 2026.

Respati menegaskan pendidikan adalah hak dasar yang harus dirasakan oleh setiap warga Surakarta tanpa terkecuali. Dirinya tidak ingin ada lagi laporan mengenai anak usia dini yang tidak bisa bersekolah hanya karena keterbatasan ekonomi keluarga, mengingat kualitas pendidikan di fase awal sangat menentukan keberhasilan jenjang pendidikan berikutnya.

Pemerintah Kota Surakarta memastikan akan terus memantau ketersediaan akses pendidikan yang bermutu dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. Dengan adanya insentif stimulan ini, diharapkan anak-anak usia dini di Kota Bengawan dapat bertumbuh dalam ekosistem pembelajaran yang optimal demi kemajuan daerah di masa yang akan datang.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Dwi Ariyatno, menambahkan bahwa program stimulan pendidikan PAUD ini direncanakan mulai bergulir pada Juni 2026 mendatang. Saat ini, dinas terkait telah mengantongi data sekitar 1.609 anak usia lima hingga enam tahun dari kelompok keluarga miskin dan rentan masalah sosial yang akan menjadi prioritas penerima manfaat.

"Kita akan upayakan stimulan pembiayaan pendidikan supaya mereka bisa mengikuti program PAUD sehingga siap melanjutkan ke jenjang berikutnya. Bantuan sebesar 150 ribu rupiah per bulan ini diupayakan terealisasi tahun ini untuk mendukung wajib belajar 13 tahun," Kata Dwi Ariyatno menjelaskan. (Dania)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....