Kirab 1 Suro Dongkrak Kunjungan Wisata dan Perputaran Ekonomi di Solo

  • 22 Jun 2026 15:27 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Pelaksanaan Kirab Malam 1 Suro di Keraton Kasunanan Surakarta dan Pura Mangkunegaran memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata dan ekonomi Kota Solo. Ribuan pengunjung dari luar daerah yang datang untuk mengikuti tradisi tahunan tersebut turut menggerakkan sektor perhotelan, kuliner, hingga usaha mikro.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surakarta, Maretha Dinar Cahyono, mengatakan peningkatan jumlah peserta kirab berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Menurutnya, banyak peserta dari luar Solo Raya yang memilih menginap selama mengikuti rangkaian kegiatan.

“Ketika para peserta kirab ini datang ke Solo yang khususnya di luar Solo Raya ini otomatis dampaknya mereka nginep di sini, kemudian mereka makan di sini, mereka membeli oleh-oleh di sini,” katanya saat dihubungi rri.co.id, Kamis 18 Juni 2026.

Ia menjelaskan pelaksanaan kirab yang berlangsung hingga malam hari membuat banyak pengunjung memilih bermalam di Solo. Kondisi tersebut memberikan manfaat bagi pelaku usaha perhotelan dan jasa pariwisata.

“Tamu-tamu juga dari yang selain Solo Raya juga banyak yang menginap di Solo,” ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua Pokdarwis Solo, Mintorogo, menilai dampak kirab sangat terasa di berbagai sektor ekonomi masyarakat. Tidak hanya kuliner dan perhotelan, tetapi juga jasa transportasi serta penyewaan pakaian adat Jawa.

“Kalau yang jelas dari sisi kuliner terdampak. Terus kemudian sisi transportasi seperti rental. Terus persewaan pakaian-pakaian Jawa itu luar biasa,” katanya.

Menurutnya, wisatawan yang datang untuk mengikuti kirab juga menyempatkan diri mengunjungi berbagai destinasi wisata dan kampung wisata di Solo. Aktivitas tersebut turut menggerakkan perekonomian masyarakat di berbagai wilayah.

Mintorogo mengatakan sejumlah kawasan seperti Kauman, Pasar Gede, hingga sentra kuliner di berbagai kampung wisata mengalami peningkatan kunjungan selama peringatan malam 1 Suro. Dampak tersebut bahkan masih terasa beberapa hari setelah kirab berlangsung.

“Ini juga ada teman-teman dari Jakarta dan Bandung. Hadir tadi saya ajak ke Kauman, Singosaren, kemudian makan di daerah Ngarsopuro,” ujarnya.

Ia berharap momentum kirab 1 Suro terus dikembangkan sebagai daya tarik wisata budaya. Dengan demikian, manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat dapat semakin luas. (Reza)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....