PKK Solo Latih Kader Olah Sampah Organik Melalui Komposter Mandiri
- 22 Jun 2026 15:55 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Surakarta menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) pengelolaan sampah organik di Rumah Dinas Wali Kota Surakarta, Loji Gandrung, Senin, 22 Juni 2026.
Kegiatan edukatif ini menggandeng narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup guna mengajarkan praktik pembuatan komposter skala rumah tangga.
Agenda ini merupakan tindak lanjut strategis dari program peduli lingkungan sebelumnya yang berfokus pada pengumpulan sampah anorganik di fasilitas umum untuk disetorkan ke bank sampah.
Kini, para kader perwakilan dari seluruh kecamatan dan kelurahan diajak untuk naik kelas dengan memproses limbah dapur organik menggunakan peralatan sederhana di rumah masing-masing.
Ketua TP PKK Kota Surakarta, Venessa Winastesia, menyatakan tahun ini memang difokuskan sebagai tahun peduli sampah bagi seluruh kader di wilayahnya.
Oleh karena itu, gerakan masif ini akan terus digencarkan untuk mengubah pola pikir masyarakat dari sekadar membuang sampah pada tempatnya menjadi memilah limbah secara mandiri sejak dari sumbernya.
"Saya berharap nanti ilmu ini nanti tidak hanya didapat oleh hanya kader PKK, tetapi kader PKK nanti punya tugas untuk menyebarluaskan ini informasi atau materi edukasi ini nanti kepada tetangganya dan keluarganya dan seluruh warga masyarakat."
Pembuatan kompos dinilai sebagai langkah paling relevan dan mudah diaplikasikan oleh kalangan ibu rumah tangga di tengah kesibukan rutinitas harian mereka.
Program pelatihan berkelanjutan ini diproyeksikan akan terus bergulir hingga semester kedua guna menemukan ragam solusi efektif untuk penanganan jenis limbah organik lainnya di masa mendatang.
Tingginya urgensi terhadap isu lingkungan tersebut juga turut dirasakan secara langsung oleh para peserta bimbingan teknis dari berbagai wilayah kecamatan.
Mereka menyadari pentingnya langkah antisipasi dini berupa pemilahan sampah organik guna mencegah penumpukan limbah sisa konsumsi rumah tangga yang tidak terkendali di masa depan.
Ketua Pokja 3 TP PKK Kecamatan Laweyan, Retno Nawangwulan, menceritakan antusiasme dan komitmen para peserta selama mengikuti lokakarya tersebut.
"Jadi memang kita sebagai kader PKK harus terus-menerus menyampaikan ini dan sehingga nanti di saat TPA benar-benar ditutup tidak kaget."
Melalui langkah preventif dan edukasi berkelanjutan tersebut, masyarakat diharapkan secara bertahap mampu mengubah kebiasaan lama menjadi lebih peduli dalam memilah limbah harian sejak dari sumbernya.
Dalam kegiatan, juga dilakukan pembagian tong komposter untuk kader PKK Surakarta. (Dania)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....