Sambangi Kediaman Jokowi di Solo, Rismon Sianipar Bawa Buku Hasil Koreksi Ijazah

  • 17 Jun 2026 16:18 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.IDZ Surakarta — Ahli digital forensik sekaligus penulis buku Jokowi's White Paper, Rismon Hasiholan Sianipar, menyambangi kediaman mantan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di Jalan Kutai Utara, Sumber, Solo, pada Rabu 17 Juni 2026. Kedatangan ini tak biasa, Rismon membawa buku cover putih bertuliskan 'Otentikasi Ijazah Joko Widodo'.

Kedatangan Rismon turut didampingi oleh penasihat hukumnya, Jahmada Girsang, serta Ketua Militan Gibran Nusantara, Andi Aswan. Kepada awak media, Rismon yang sebelumnya sempat tersandung kasus hukum terkait pencemaran nama baik ini mengaku, kedatangannya bertujuan untuk menemui Jokowi guna menyampaikan hasil koreksi dari buku Jokowi's White Paper.

"Buku ini akan diterbitkan dan didistribusikan ke seluruh perpustakaan di Indonesia sebagai pertanggungjawaban saya kepada dunia penelitian. Ini semata-mata adalah karya yang tunduk pada kaidah-kaidah ilmiah, bukan karena afiliasi politik, kebencian, ataupun kesukaan," ujar Rismon di Solo, Rabu 17 Juni.

Rismon menambahkan, pertanggungjawaban moral ini ditujukan kepada publik, khususnya mereka yang memiliki bidang kajian relevan di bidang teknik elektro dan teknik informatika. Ia berharap buku tersebut dapat menjadi objek kajian akademis di universitas, bukan sekadar menjadi bahan perundungan di media sosial.

Dalam buku terbarunya tersebut, Rismon menjelaskan terdapat bab khusus yang membahas mengenai analisa kecocokan citra wajah.

"Di bab 10, sudah ada pencocokan citra wajah menggunakan teknologi artface. Saya menganalisa foto masa muda Pak Jokowi pada ijazah dengan foto beliau setelah menjabat sebagai presiden, 30 hingga 40 tahun kemudian. Saya juga membandingkannya dengan foto masa muda Pak Prabowo," katanya menjelaskan.

Tidak hanya Jokowi dan Prabowo, Rismon juga mengaku melakukan uji coba pencocokan citra wajah digital terhadap sejumlah tokoh publik lainnya di Indonesia, seperti Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Luhut Binsar Pandjaitan, Anies Baswedan, hingga Megawati Soekarnoputri.

Sementara itu, penasihat hukum Rismon, Jahmada Girsang, menegaskan bahwa kehadiran kliennya di Solo merupakan bentuk tanggung jawab moral atas karya ilmiah yang sebelumnya sempat ditulis bersama Roy Suryo dan dr. Tifa.

"Ada moral duty atau tanggung jawab moral dari Rismon Hasiholan Sianipar untuk mengoreksi buku yang sebelumnya, yaitu Jokowi's White Paper. Dan apa yang dibawa hari ini adalah hasil kajian terbaru," kata Jahmada. MI

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....