Masyarakat Keluhkan TPS Bareng Lor Berbau Menyengat, Begini Respons Bupati Klaten
- 12 Jun 2026 17:15 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Klaten - Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Kelurahan Bareng Lor, Kecamatan Klaten Utara, Jumat 12 Juni 2026. Langkah ini diambil menyusul adanya keluhan masyarakat di media sosial terkait bau menyengat dan berserakannya sampah di kawasan tersebut.
Kepada wartawan, Bupati Hamenang membenarkan bahwa kondisi TPS tersebut cukup meresahkan masyarakat sekitar. Menurutnya, persoalan utama dipicu oleh ketidaktertiban pembuang sampah yang mayoritas berasal dari luar wilayah Bareng Lor.
"Setelah kami gali informasi, permasalahan pertama adalah warga membuang sampah kurang tertib. TPS ini seharusnya hanya untuk warga Bareng Lor, tapi kenyataannya banyak warga dari mana-mana, termasuk pedagang kaki lima. Yang menyebalkan, mereka membuangnya tidak masuk ke dalam TPS, melainkan di luar pagar," ujar Hamenang.
Sebagai langkah penanganan, Bupati menegaskan bahwa tumpukan sampah tersebut akan dibersihkan total dalam waktu tiga hari melalui kerja sama warga setempat dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Klaten. Setelah bersih, pengelolaan TPS akan sepenuhnya diserahkan kepada pihak Kelurahan Bareng Lor.
"Harapannya, melalui pengelolaan mandiri oleh kelurahan, warga masyarakat mulai tumbuh kesadarannya untuk memilah dan mengolah sampah sejak dari rumah," ucapnya menambahkan.
Sementara itu, Lurah Bareng Lor, Leksi, mengakui bahwa warga yang tinggal di sekitar lokasi TPS merasa sangat terganggu dengan bau tidak sedap dan lingkungan yang tidak sehat. Pihak kelurahan sendiri sebenarnya telah berulang kali menggelar rapat koordinasi untuk mencari solusi.
"Kami sudah berulang kali mengadakan rapat terkait penanganan sampah ini karena warga sekitar mengeluhkan bau menyengat. Kami berharap ke depan TPS ini memang dikhususkan hanya untuk warga Kelurahan Bareng Lor agar volumenya terkontrol," kata Leksi.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris DLH Kabupaten Klaten, Waluyo, menyatakan kesiapannya untuk mengerahkan armada guna mengosongkan TPS tersebut sebelum diserahterimakan ke pihak kelurahan. Ia memperkirakan volume tumpukan sampah di lokasi tersebut mencapai 30 rit.
"Kami akan bersihkan terlebih dahulu semuanya. Agar kejadian serupa tidak terulang, kami juga mengimbau masyarakat untuk mengurangi produksi sampah dan aktif melakukan pemilahan dari rumah," ucap Waluyo. (Adam Sutanto)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....