TPS 3R Mojo Makmur Ubah Sampah Organik Jadi Bernilai Ekonomi
- 27 Feb 2026 15:54 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Tempat Pembuangan Sampah Reduce, Reuse, dan Recycle (TPS 3R) Mojo Makmur di Kecamatan Jebres terus mengembangkan pengelolaan sampah berbasis reduce, reuse, recycle. Pengolahan tidak hanya berdampak pada pengurangan volume sampah, tetapi juga memberi nilai tambah secara ekonomi.
Ketua TPS 3R Mojo Makmur, Sunarno, mengatakan sejak berdiri pada 2021 pihaknya fokus mengolah sampah organik. Awalnya pengelolaan menyasar sampah daun sebelum berkembang ke sampah rumah tangga.
Menurut Sunarno, sampah daun diperoleh dari pembersihan lingkungan dan perawatan pohon di wilayah sekitar. Dari proses tersebut, dalam satu bulan TPS 3R Mojo Makmur mampu memproduksi hingga 200 kantong pupuk kompos.
Setiap kantong kompos dijual seharga Rp6 ribu kepada masyarakat maupun kelompok tani. Hasil penjualan tersebut digunakan untuk mendukung operasional dan pengembangan pengolahan sampah di TPS 3R.
“Untuk yang daun-daunan nanti hasilnya jadi kompos. Untuk yang dari sampah rumah tangga itu ada yang untuk pakan maggot, ada juga yang untuk pakan unggas,” kata Sunarno, kepada rri.co.id Jumat, 27 Februari 2026.
Selain kompos, pengolahan sampah organik rumah tangga juga dimanfaatkan sebagai pakan maggot dan pakan unggas. Ke depan, pengelola berencana mengembangkan produksi pelet untuk meningkatkan nilai ekonomi dari sampah yang diolah.
Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, menyebut TPS 3R Mojo Makmur menjadi percontohan pengelolaan sampah dari hulu di tingkat kecamatan. Menurutnya, penguatan pengolahan di wilayah akan membantu menekan beban Tempat Pemrosesan Akhir.
“Salah satu upaya dari pemerintah kota menanggulangi sampah yaitu pengelolaan dimulai dari hulu. Dengan adanya TPS 3R diharapkan ada pengelolaan terpadu di wilayah, dalam hal ini kecamatan,” ujar Astrid.
Astrid berharap partisipasi masyarakat dalam memilah sampah terus meningkat. Dengan kolaborasi pemerintah dan warga, pengelolaan sampah di Kota Surakarta diharapkan semakin berkelanjutan dan produktif. (Ryan Assydiqi/Wida)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....