Pemkab Klaten Kembali Gulirkan Sambung Roso, Serap Aspirasi Warga di Desa Pesu

  • 06 Jun 2026 13:28 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Klaten - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten kembali memprogramkan kegiatan *Sambung Roso*, sebuah ruang dialog langsung Bupati Klaten dengan mengunjungi desa-desa di wilayah setempat. Untuk pertama kalinya di tahun 2026, kegiatan ini dilaksanakan di Desa Pesu, Kecamatan Wedi, Jumat 6 Juni 2026.

Selain menyapa warga secara langsung, kegiatan ini dimanfaatkan untuk menjaring masukan dari masyarakat terkait kebijakan pembangunan serta berbagai persoalan di tingkat desa.

Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo menyatakan, sepanjang tahun 2026 ini pihaknya menargetkan untuk mengunjungi desa-desa yang tersebar di 26 kecamatan. Dalam setiap kunjungan, Pemkab Klaten juga memboyong berbagai unit layanan masyarakat, mulai dari layanan kesehatan hingga administrasi kependudukan (Adminduk).

"Seperti tahun lalu, kami berkeliling di 26 kecamatan di Kabupaten Klaten. Biasanya setiap kecamatan ada dua desa yang kami kunjungi. Pada putaran pertama tahun ini, kami hadir di Desa Pesu, Kecamatan Wedi," ujar Hamenang kepada wartawan.

Ia menambahkan, momen Sambung Roso ini menjadi sangat krusial karena pemerintah bisa mendengar langsung keluhan dan kebutuhan masyarakat di bawah, sekaligus menyalurkan paket bantuan sosial.

"Momen pentingnya adalah kami dapat menyerap aspirasi secara langsung, menghadirkan berbagai unit pelayanan lebih dekat dengan warga, dan memberikan bantuan langsung kepada masyarakat yang membutuhkan," katanya.

Dalam dialog tersebut, sejumlah usulan mencuat dari masyarakat Desa Pesu, di antaranya perbaikan Jembatan Balong, pengadaan mobil pelayanan desa, pembangunan PAUD, hingga normalisasi saluran irigasi. Menanggapi hal itu, Bupati menjanjikan penanganan prioritas.

"Untuk saluran irigasi, kemungkinan besar dapat dikerjakan pada tahun ini," ujar Bupati.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Pemerintahan Desa Pesu, Ade Susanto, mengungkapkan bahwa usulan prioritas dari pihak desa adalah perbaikan Jembatan Balong yang letaknya berbatasan langsung dengan Kecamatan Gantiwarno. Jembatan peninggalan era Belanda tersebut dinilai sudah tidak layak dan kerap memicu banjir.

"Usulan perbaikan jembatan ini terus kami mohonkan sejak dulu, namun sampai saat ini belum ada realisasinya. Jembatan itu memiliki panjang tujuh meter dan lebar dua setengah meter. Kondisinya terlalu sempit dan sering menghambat arus air hingga memicu banjir," kata Ade Susanto.

Sebagaimana gelaran di tahun-tahun sebelumnya, kegiatan Sambung Roso kali ini juga diwarnai dengan pembagian berbagai bantuan sosial serta doorprize menarik untuk warga, mulai dari sepeda, kipas angin, hingga kulkas. Adam Sutanto

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....