Pemkot Solo Jamin Transparansi Penuh Seleksi SPMB Bagi Sekolah Anomali
- 03 Jun 2026 15:26 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Pemerintah Kota Surakarta memastikan transparansi penuh dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) pada tahun ini.
Kebijakan keterbukaan ini difokuskan secara khusus pada seleksi Sekolah Anomali yang tengah mendapat sorotan dan perhatian besar dari masyarakat luas.
Wali Kota Surakarta, Respati Ardi menemui langsung para orang tua murid usai pengumuman hasil seleksi SPMB di SMPN 25 Surakarta guna meredam polemik yang beredar di masyarakat.
Ia menyadari tingginya dinamika respons publik, mulai dari euforia syukur bagi siswa yang diterima, hingga keluhan dan kekecewaan dari peserta yang belum berhasil lolos seleksi.
“Kami akan membuka data seluas-luasnya. Hasil tes dan seluruh masukan yang masuk akan kami grading kembali. Ini belum menjadi hasil final karena masih ada ruang untuk aduan, sanggahan, dan klarifikasi dari masyarakat,” ujar Respati, Rabu, 3 Juni 2026.
Pernyataan tersebut merespons temuan orang tua yang mempertanyakan adanya peserta bernilai tinggi namun gagal lolos, sementara yang bernilai rendah justru diterima.
Guna memastikan proses penerimaan berjalan adil, pemerintah kota berkomitmen menelusuri setiap laporan dan membuka data hasil seleksi agar dapat diverifikasi secara transparan.
Kebijakan inklusif ini juga membuka peluang besar bagi peserta didik cerdas dari kelompok desil ekonomi satu hingga tiga untuk menikmati fasilitas unggulan.
Melalui penelusuran data yang akurat, sistem seleksi terbukti mampu menjaring anak-anak kurang mampu yang secara akademis sangat potensial.
“Banyak warga dari keluarga kurang mampu yang memiliki IQ dan kemampuan belajar luar biasa. Ini yang harus kita jaga. Mereka berhak mendapatkan pendidikan yang terjangkau sekaligus berkualitas,” kata Respati.
Respati juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan Kota Surakarta dan Komisi IV DPRD Kota Surakarta yang telah memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan program sekolah khusus tersebut.
Menurutnya, tingginya minat masyarakat menunjukkan peningkatan kepercayaan terhadap kualitas pendidikan negeri di Kota Surakarta.
Sekolah yang sebelumnya dianggap sebagai pilihan terakhir kini justru menjadi salah satu sekolah yang paling diminati masyarakat.
Sekolah Anomali yang menerapkan sistem curriculum moving class tersebut dinilai memiliki kualitas akademik yang sangat baik.
Berdasarkan hasil seleksi, peserta yang diterima memiliki capaian Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan kemampuan intelektual yang tinggi.
Bahkan, nilai TKA tertinggi mencapai 190 dengan rata-rata peserta diterima berada pada kisaran 160.
Selain itu, hasil seleksi juga menunjukkan banyak peserta yang berasal dari keluarga kurang mampu atau kelompok desil 1, 2, dan 3 berhasil lolos karena memiliki kemampuan akademik yang unggul.
Sebagai penegasan komitmen mutu, Respati juga telah mengesahkan pedoman Peraturan Wali Kota terbaru terkait pelaksanaan SPMB.
Regulasi ini mewajibkan proses pembelajaran berdampak dan berbasis kompetensi, di mana peserta didik yang tidak mencapai standar ketat tersebut dimungkinkan untuk tinggal kelas. (Dania)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....