SPMB 2026: Cabdin VII Solo Tegaskan Jargon No Titip dan Transparansi

  • 19 Mei 2026 20:03 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Jawa Tengah menjamin proses Seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (SPMB) SMA dan SMK tahun ajaran 2026/2027 berjalan transparan.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII, Agung Wijayanto, menegaskan komitmen pihaknya untuk menghapus praktik titip-menitip dalam penerimaan siswa baru di wilayah Solo dan sekitarnya. Seluruh tahapan seleksi kini dilakukan berbasis sistem digital yang dapat dipantau masyarakat luas melalui jurnal harian.

Langkah ini diambil sebagai wujud integritas agar akses pendidikan dapat diberikan secara setara tanpa adanya intervensi dari pihak manapun yang ingin mencurangi regulasi yang sudah ditetapkan.

"Jargon kita no jastip, no titip. Semuanya by system, semuanya bisa mengakses dan melihat melalui jurnal. Kami diawasi secara internal, termasuk keterlibatan Ombudsman untuk menjamin pelayanan yang objektif dan berkeadilan," ujar Agung, saat ditemui di kantor setempat, Selasa, 19 Mei 2026.

Selain pengawasan ketat, Cabdin VII juga menyiagakan posko informasi di kantor Cabang Dinas maupun di setiap sekolah negeri. Posko ini berfungsi sebagai pusat layanan aduan sekaligus ruang konsultasi bagi masyarakat yang mengalami kendala teknis saat proses pendaftaran agar tidak terjebak janji oknum tidak bertanggung jawab.

Guna mendukung kelancaran proses ini, Cabdin VII mengajak sekolah swasta bersinergi melalui Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS).

Sinergi ini dibangun agar proses penerimaan tidak menimbulkan gesekan, mengingat sekolah negeri dan swasta memiliki misi yang sama dalam memberikan layanan pendidikan berkualitas bagi masyarakat.

"Posko itu selain untuk aduan, juga kalau masyarakat ada yang bingung boleh tanya. Kami di cabang dinas nanti ada di kantor Rumah Rakyat itu nanti kita akan buka posko untuk masyarakat yang ingin mencari informasi," kata Agung Wijayanto.

Tahapan resmi SPMB akan dimulai dengan peluncuran sistem pada 3 Juni 2026. Adapun pendaftaran siswa baru dijadwalkan serentak pada 14 hingga 18 Juni 2026, sehingga masyarakat diimbau segera memastikan kesinkronan data administrasi di Dapodik dan dokumen ijazah.

Adapun pendaftaran jenjang SMA negeri dibuka melalui empat jalur seleksi, yang meliputi jalur domisili (minimal 33%), afirmasi (minimal 32%), prestasi (minimal 30%), dan mutasi (maksimal 5%). Sementara itu, jenjang SMK negeri membagi seleksinya menjadi tiga jalur, yakni jalur prestasi (minimal 75%), afirmasi (minimal 15%), dan domisili terdekat (maksimal 10%).

Bagi masyarakat yang ingin mencari informasi, dapat melalui web resmi http://spmb.jatengprov.go.id. Segala informasi mulai dari Petunjuk Teknis (Juknis) hingga flyer infografis yang mudah dipahami diunggah secara lengkap di laman resmi tersebut. (Dania)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....