Live TikTok Pocong Jadi-Jadian di Sragen, Tiga Pelajar Diamankan Polisi
- 28 Mei 2026 10:47 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Sragen - Jagat media sosial di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, digegerkan oleh aksi siaran langsung (live) TikTok bertema “pocong jadi-jadian” pada Kamis 28 Mei 2026 dini hari. Akibat konten horor yang meresahkan masyarakat tersebut, tiga orang pelajar terpaksa diamankan oleh aparat Polres Sragen saat beraksi di kawasan Terowongan Rel Kereta Api (Under pass) Timur Pasar Bunder.
Aksi nekat ini bermula pada Rabu 27 Mei malam sekitar pukul 21.00 WIB. Sejumlah pelajar berkumpul di sebuah rumah kawasan Perumahan Plumbungan Indah, Kecamatan Karangmalang, Sragen, untuk menyiapkan atribut dan kostum pocong.
Sekitar pukul 22.30 WIB, mereka mulai melakukan siaran langsung sembari mengendarai sepeda motor mengelilingi pusat Kota Sragen.
Rombongan ini menyusuri rute mulai dari Stadion Taruna, Alun-Alun Sasono Langen Putro, hingga berakhir di kawasan Undespas Timur Pasar Bunder yang dikenal sepi.

Ketiga pelajar yang diamankan masing-masing berinisial RA (17) sebagai pemeran pocong, RG (17) selaku operator live TikTok, dan JS (17) yang ikut dalam rombongan. Ketiganya pelajar asal Kabupaten Sragen.
Polisi memastikan tidak ada motif tindak pidana lain dalam kejadian ini, selain demi mengejar popularitas dan mendapatkan hadiah (gift) monetisasi di platform TikTok.
Menanggapi fenomena tersebut, Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari menegaskan bahwa konten ekstrem demi viralitas di media sosial harus menjadi perhatian bersama, khususnya bagi kalangan remaja. Ia meminta masyarakat untuk lebih bijak dalam memanfaatkan ruang digital.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya anak-anak muda, agar menggunakan media sosial secara bijak dan kreatif tanpa membuat konten yang menimbulkan keresahan masyarakat maupun membahayakan diri sendiri dan orang lain,” kata AKBP Dewiana Syamsu Indyasari dalam keterangannya, Kamis 28 Mei 2026.
Kapolres menambahkan, meskipun tindakan para pelajar tersebut bertujuan untuk hiburan, tren serupa berpotensi memicu kepanikan warga, gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), hingga kecelakaan lalu lintas. Selain itu, kostum menyeramkan di lokasi sepi pada malam hari dikhawatirkan dapat dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk modus kriminalitas.
Oleh karena itu, AKBP Dewiana menekankan pentingnya pengawasan dan pendampingan yang ketat dari lingkungan terdekat, mulai dari orang tua, keluarga, hingga pihak sekolah.
“Jangan sampai mereka terpengaruh membuat konten-konten yang berlebihan hanya demi viral di media sosial. Mari bersama-sama kita arahkan generasi muda untuk lebih kreatif, produktif, dan bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi digital,” katanya lagi.
Sebagai langkah tindak lanjut, Polres Sragen mengedepankan upaya pembinaan terhadap ketiga pelajar tersebut dengan melibatkan orang tua dan pihak sekolah mereka. Polres Sragen juga berkomitmen untuk terus meningkatkan patroli siber serta memberikan edukasi mengenai etika bermedia sosial ke sekolah-sekolah.
Hingga saat ini, situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Sragen dilaporkan tetap aman dan kondusif. Polisi juga terus memantau peredaran video tersebut agar tidak menimbulkan kegaduhan lebih lanjut di tengah masyarakat. MI
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....