Panembahan Agung Minta Gerebeg Besar Keraton Surakarta Berjalan Damai
- 16 Mei 2026 10:40 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Panembahan Agung Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, KGPH Panembahan Agung Tedjowulan, meminta seluruh pihak menjaga ketertiban dan kerukunan menjelang pelaksanaan Gerebeg Besar Iduladha Tahun Dal 1959.
Arahan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi bersama keluarga besar keraton dan unsur Pemerintah Kota Surakarta pada Selasa 12 Mei 2026. Pertemuan juga dihadiri aparat TNI/Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, hingga para abdi dalem Keraton Surakarta.
Juru bicara Panembahan Agung, Kangjeng Prof. (HC) Dr. (HC) Candra Malik Pakoenegoro mengatakan, rapat digelar untuk memastikan pelaksanaan tradisi budaya berjalan aman dan kondusif.
“Berkaitan dengan Gerebeg Besar Idul Adha Tahun Dal 1959, Gusti Tedjowulan sudah mengadakan Rapat Koordinasi dengan Keluarga Besar dan aparatur Pemerintah Kota Surakarta pada Rabu, 12 Mei 2026, untuk memastikan ketertiban umum dan kerukunan bersama,” ujarnya kepada RRI, Sabtu 16 Mei 2026.
Menurutnya, Panembahan Agung menekankan pentingnya persatuan di lingkungan Keraton Surakarta. Ia meminta tidak ada lagi ego kelompok yang dapat memicu gesekan saat pelaksanaan tradisi budaya berlangsung.
“Gusti Tedjowulan memberikan arahan agar Gerebeg Besar Idul Adha berjalan lancar, aman nyaman, dan damai, jangan lagi menonjolkan ego personal maupun kelompok,” katanya.
Pakoenegoro menambahkan, unsur TNI dan Polri akan dilibatkan untuk menjaga keamanan selama kegiatan berlangsung. Penentuan waktu pelaksanaan Gerebeg Besar juga masih menunggu keputusan resmi pemerintah terkait Iduladha.
Selain persiapan Gerebeg Besar, Keraton Surakarta juga tengah mempersiapkan revitalisasi tahap kedua di kawasan Keraton Kilen dan Kantordalem Panembahan Agung.
“Insya Allah, pengerjaan Revitalisasi Keraton Kilen akan dimulai pertengahan tahun ini,” ucapnya.
Di sisi lain, pendataan kekayaan budaya keraton terus dilakukan bersama Kementerian Kebudayaan dan Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Tengah. Pendataan mencakup museum, pusaka keraton, hingga berbagai aset budaya lain di lingkungan Keraton Surakarta.
Pakoenegoro menyebut keberadaan pusaka keraton menjadi bagian penting dalam persiapan Kirab Malam 1 Suro Tahun Be 1960 yang rutin dinantikan masyarakat.
“Arahan Gusti Tedjowulan, kita akan mengadakan Doa Bersama pada Malam 1 Suro, dilanjutkan Kirab Pusaka-Pusaka Kangjeng Kyai Ageng Kagungandalem,” ujarnya. (Ase)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....