Enam Siswa MTs Muhammadiyah 4 Bulu Masih Menjalani Perawatan Intensif

  • 13 Mei 2026 23:21 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Sragen - Sebanyak enam siswa MTs Muhammadiyah 4 Bulu, Kecamatan Sambungmacan, Sragen, dilaporkan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit hingga Rabu 13 Mei 2026. Para siswa tersebut merupakan korban insiden ambrolnya atap ruang kelas yang terjadi pada Selasa kemarin.

Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) sekaligus Ketua Komite sekolah, Agus Anwar Rosyidi, mengonfirmasi bahwa dari enam siswa tersebut, lima orang dirawat di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen dan satu orang di RSI Amal Sehat.

"Kondisi siswa yang tidak mengalami luka saat ini belajar secara daring di rumah. Sementara enam lainnya masih dirawat; lima di RSUD dan satu di Amal Sehat," ujar Agus Anwar saat memberikan keterangan kepada media, Rabu 13 Mei 2026.

Agus menjelaskan, mayoritas siswa yang dirawat di RSUD Sragen mengalami luka memar, lecet, dan keluhan pusing akibat syok. Berdasarkan hasil observasi medis, termasuk rontgen dan CT scan, tidak ditemukan indikasi luka berat pada kelima siswa di RSUD tersebut.

"Hasil pemeriksaan medis tidak ada yang mengkhawatirkan. Mereka hanya perlu istirahat karena faktor trauma atau shock therapy," lanjutnya.

Kondisi berbeda dialami oleh satu siswa yang dirawat di RSI Amal Sehat. Korban dilaporkan mengalami patah tulang pada bagian kaki dan telah menjalani tindakan operasi pada Selasa malam.

Terkait pembiayaan medis, Agus menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen telah berkomitmen menanggung seluruh biaya perawatan para siswa. Hal ini merupakan hasil koordinasi langsung dengan Bupati Sragen.

"Untuk urusan renovasi bangunan diserahkan kepada PDM, namun untuk biaya rumah sakit ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Daerah," ujar Agus.

Diberitakan sebelumnya, atap ruang kelas 7 MTs Muhammadiyah 4 Bulu, Sambungmacan, ambrol dan menimpa para siswa yang tengah berada di dalam kelas pada Selasa (12/5). Kejadian tersebut mengakibatkan tujuh siswa dan satu guru dilarikan ke rumah sakit.

Wakil Kepala Sekolah, Cipto Waluyo, menambahkan bahwa sesaat setelah kejadian, evakuasi dilakukan dengan cepat. Sebagian besar korban mengalami luka di bagian kepala, pundak, dan kaki. Sementara siswa yang hanya mengalami luka ringan telah diperbolehkan pulang untuk menjalani rawat jalan. MI

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....