Kemenag: Renovasi MTs Muhammadiyah 4 Bulu Terkendala Aturan Minimal Siswa
- 12 Mei 2026 14:48 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, SRAGEN – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sragen memberikan klarifikasi terkait musibah robohnya atap gedung MTs Muhammadiyah 4 di Dukuh Bulu, Desa Karanganyar, Kecamatan Sambungmacan, yang terjadi pada Selasa 12 Mei 2026 pagi. Buntut kejadian Kemenang bakal menyisir kondisi semua sekolah.
Minimnya anggaran serta kendala regulasi jumlah siswa ditengarai menjadi penyebab gedung tersebut tak kunjung mendapat bantuan renovasi meski kondisinya sudah terpantau rusak. Hal ini disampaikan Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Madrasah Kantor Kemenag Sragen, Witono saat dijumpai di lokasi kejadian, Selasa 12 Mei.
Witono menegaskan bahwa pihaknya sebenarnya secara rutin melakukan pemantauan terhadap kondisi bangunan madrasah di Bumi Sukowati. Pendataan mengenai kategori kerusakan, baik ringan maupun berat, pun diklaim selalu diperbarui setiap awal tahun pelajaran.
"Kalau pemantauan sebetulnya kami rutin. Awal tahun pelajaran kami sudah meminta data gedung yang rusak, dan itu sudah ada dalam pendataan kami. Kami juga memiliki aplikasi SIMSARPRAS (Sistem Informasi Sarana dan Prasarana), di mana madrasah yang rusak silakan mengajukan bantuan lewat sana," ujar Witono.
Witono mengungkapkan sebuah fakta ironis terkait MTs Muhammadiyah 4 Bulu. Sebenarnya, gedung tersebut sudah pernah disurvei oleh tim dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) melalui program Project Implementation Unit (PIU).
Secara teknis sarana dan prasarana, gedung tersebut dinyatakan layak mendapatkan bantuan perbaikan.
Namun, bantuan tersebut gagal terealisasi karena terganjal aturan teknis mengenai jumlah minimal peserta didik.
"Sudah disurvei dari tim, secara sarpras memenuhi syarat untuk mendapat bantuan. Namun, ada kriteria siswa minimal harus di atas 100 orang, sedangkan di sekolah tersebut siswanya hanya 51 orang. Akhirnya tidak jadi (mendapat bantuan) dan tidak menjadi prioritas," katanya menjelaskan.
Pasca-kejadian ini, Kemenag Sragen berencana mengumpulkan seluruh kepala madrasah untuk melakukan pengecekan ulang terhadap kondisi fisik bangunan masing-masing. Langkah ini diambil guna mencegah kejadian serupa terulang di 81 MI, 33 MTs, dan 13 MA yang berada di bawah naungan Kemenag Sragen.
"Kami akan segera rapat dengan kepala-kepala madrasah untuk memastikan mereka mengecek kembali kondisi sarana dan prasarananya," katanya menjelaskan.
Terkait nasib para siswa, Witono memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) akan tetap berjalan. Mengingat waktu pelaksanaan tahun ajaran yang hampir berakhir, pihak sekolah diminta untuk melakukan relokasi sementara.
"Karena kelas 6 di MI (satu lokasi) sudah selesai, nanti siswa MTs bisa menggunakan ruang kelas tersebut untuk sementara waktu karena letaknya berdekatan," ujar Witono.
Sebelumnya, atap gedung MTs Muhammadiyah 4 Bulu dilaporkan ambruk pada Selasa pagi. Beruntung tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden tersebut, namun kerugian materiil diperkirakan cukup signifikan dan mengganggu kenyamanan belajar siswa. MI
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....