ATS Tertinggi Kedua Solo Raya, Disdikbud Boyolali Siapkan Langkah Mitigasi
- 13 Mei 2026 00:48 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Boyolali - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) merilis data Angka Tidak Sekolah (ATS) di Indonesia. Dari data tersebut, diketahui Kabupaten Boyolali menduduki peringkat kedua terbanyak di Solo Raya dengan angka 5.964 anak.
Menindaklanjuti data Kemendikdasmen, ditemui di kantornya pada Senin, 11 Mei 2026, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali, Lasno mengatakan bahwa pihaknya belum melakukan pendataan secara pasti.
Namun dikatakan Lasno, dari data yang dimiliki Disdikbud melalui sekolah-sekolah, anak-anak putus sekolah sebenarnya persentasenya kecil. Meskipun begitu dirinya menegaskan tidak memperdebatkan data Kemendikdasmen dan lebih pada mengambil langkah-langkah mitigasi.
"Ini kita upayakan untuk bekerja sama dengan Pemerintah Desa untuk mendata ada berapa anak di masing-masing desa di tiap-tiap Kecamatan itu yang tidak sekolah atau mungkin terindikasi putus sekolah. Karena mungkin faktornya banyak," kata Lasno.
Disdikbud Kabupaten Boyolali menduga banyak faktor angka putus sekolah tinggi, yakni tidak minat untuk sekolah, sekolah di luar daerah yang tidak terdata di Boyolali, masuk pondok pesantren yang tidak memiliki data pokok ataupun tidak dimasukkan pendataan siswanya hingga menikah.
Lebih lanjut, Lasno juga mengatakan bahwa pihaknya sudah memerintahkan seluruh Kepala Sekolah jenjang Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk melakukan mitigasi anak rawan putus sekolah.
"Banyak hal diupayakan melalui motivasi, kemudian bantuan-bantuan pendidikan. Kami di Dinas memberikan bantuan berupa alat tulis, kemudian bantuan keuangan berupa beasiswa khusus. Mungkin nanti tidak hanya melalui penilik-penilik kami, kita juga mengoptimalkan kegiatan Posyandu untuk memverifikasi anak-anak mungkin sudah usia sekolah dan belum sekolah," katanya menambahkan.
Selain berfokus pada penanganan Angka Tidak Sekolah (ATS), Disdikbud Kabupaten Boyolali juga berupaya meminta anak potensi drop out dan lain sebagainya untuk melanjutkan pendidikan non-formal, dengan paket-paket kesetaraan kejar Paket A ataupun B di PKBM.
Dari data yang dimiliki Disdikbud Boyolali juga, empat wilayah dengan tingkat ATS tertinggi pertama di Kecamatan Ngemplak mencapai 540 anak, Cepogo 435, Juwangi 468 dan Selo 423.
Sementara dari data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), ATS tertinggi di Solo Raya adalah Kabupaten Wonogiri sebanyak 7.771 anak, kedua Boyolali sebanyak 5.964 anak, Sragen 5.683 anak, Klaten 5.626 anak, Karanganyar 5.450 anak, Sukoharjo 4.688 anak dan Kota Solo sebanyak 2.693 anak. (JK/MI)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....