Wamensos Tinjau Proyek Sekolah Rakyat di Sragen, Akses Media Ditutup
- 13 Feb 2026 08:26 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Sragen - Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di, Sragen, ditinjau Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono pada Rabu 11 Februari. Namun sayang saat mendatangi proyek program strategis Kementerian Sosial (Kemensos) awak media tidak diizinkan meliputi.
Pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Kedawung, Kecamatan Mondokan itu menjadi terkesan tidak transparan di kalangan masyarakat.
Kepala Dinas Sosial Sragen, Yuniarti, saat dikonfirmasi Kamis 12 Februari berupaya menepis adanya indikasi penyimpangan. Dia berdalih larangan tersebut dikarenakan kunjungan Wamensos bersifat singkat dan teknis.
"Intinya memastikan pelaksanaan pembangunan sudah berjalan, bahkan progresnya bagus, melebihi target satu persen dari rencana," ujar Yuniarti kepada awak media.
Saat ini, proyek yang dimulai sejak Desember lalu itu baru mencapai progres sekitar 7 persen dan masih dalam tahap pengerjaan struktur serta akses jalan.
Yuniarti mengklaim ada sekitar 225 pekerja dengan porsi lokal 20 persen hingga 30 persen. Angka ini dinilai masih minim untuk proyek yang dibangun di atas lahan daerah.
Ketika ditanya perihal besaran anggaran pembangunan proyek megah yang mencakup asrama dan gedung sekolah dari tingkat SD hingga SMA tersebut, Yuniarti mengaku tidak tahu menahu.
"Kami tidak tahu masalah anggaran. Tugas Sragen hanya menyediakan lahan dan perizinan," ujar Yuniarti.
Sementara itu seiring pembangunan sudah berlangsung, Pemkab Sragen mulai menyiapkan proses pendaftaran siswa yang ditargetkan mulai dibuka pada Mei atau Juni mendatang. Berbeda dengan sekolah reguler, SR akan menggunakan sistem asesmen door to door untuk memastikan siswa berasal dari keluarga miskin (Desil 1 dan Desil 2).
"Harapannya yang sekolah di SR itu memang benar-benar dari keluarga yang tidak mampu," ucapnya.
Sementara Kades Kedawung Kecamatan Mondokan, Riki Astana bersyukur di desanya berdiri SR yang megah. Dia berharap mendapatkan dampak positif dari pembangunan ini. "Prosentase pembangunan tidak tahu, tapi bagus," ujarnya.
Lantas dia menambahkan ada warganya yang ikut bekerja di proyek tersebut. Namun Jumlahnya tidak sampai 30 persen pekerja proyek tersebut. MI
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....