Tragedi di Embung Sigit Sragen, Ibu-Anak Asal Karanganyar MD Tenggelam
- 10 Mei 2026 19:50 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, SRAGEN – Suasana ceria satu keluarga dari Jaten, Karanganyar, di Embung Desa Sigit, Kecamatan Tangen berubah menjadi tangis kesedihan. Minggu 10 Mei 2026 sore di Desa Sigit, mendadak gempar setelah kecelakaan air terjadi di Embung Sigit yang mengakibatkan seorang ibu dan anak perempuannya meninggal dunia akibat tenggelam.
Korban teridentifikasi bernama Ny. Yasmi Egi (27) dan putrinya, Debia (7). Keduanya merupakan warga Dukuh Tandungan, Desa Sroyo, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar. Sementara sang suami, Irfan Agus Wahyudi (28), berhasil selamat namun dalam kondisi syok berat.
Ketua PSC 119 Sukowati Sragen, dr. Udayanti Proborini, mengonfirmasi kejadian tersebut. Berdasarkan laporan resmi, tim PSC 119 menerima informasi laka air sekitar pukul 14.59 WIB.
"Kami segera berkoordinasi dengan Puskesmas Tangen untuk melakukan asesmen di lokasi. Setibanya di sana, dua korban yakni ibu dan anak sudah dievakuasi ke tepi embung oleh warga dalam kondisi meninggal dunia," kata dr. Udayanti, Minggu malam.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis (visum) yang dilakukan petugas Puskesmas Tangen bersama tim Inafis Polres Sragen, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. "Hasil visum menunjukkan korban meninggal dunia murni karena kecelakaan air. Jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga," katanya lagi.
Terpisah, Kepala Desa Sigit, Wardoyo, menjelaskan kronologi memilukan tersebut. Menurut keterangan yang dihimpun di lapangan, peristiwa bermula saat satu keluarga tersebut tengah menghabiskan waktu di kawasan embung sekitar pukul 14.30 WIB.
"Saat itu kondisi embung masih sepi. Ibunya sedang lari keliling embung, sedangkan bapak dan anaknya duduk di pinggir," ujar Wardoyo.
Tragedi bermula saat sang anak, Debia, terpeleset dan jatuh ke dalam air. Melihat hal itu, Irfan (sang ayah) langsung terjun untuk menolong.
Namun, karena Irfan tak kunjung muncul ke permukaan, Ny. Yasmi yang melihat kejadian tersebut panik dan ikut terjun ke embung untuk membantu keluarganya.
"Suaminya selamat, namun istri dan anaknya tidak tertolong. Anak sempat timbul dan dievakuasi, sementara ibunya sempat dicari sebelum akhirnya ditemukan," kata Kades menjelaskan.
Meski beralamat di Jaten, Karanganyar, Ny. Yasmi diketahui merupakan warga asli Desa Ngrombo, Tangen. Setelah proses evakuasi, kedua jenazah langsung dibawa ke rumah duka di Dukuh Sidorejo, Desa Ngrombo, Kecamatan Tangen, menggunakan ambulans PSC 119 Puskesmas Tangen.
Sejumlah unsur terlibat dalam penanganan kejadian ini, mulai dari PSC 119 Sukowati, Puskesmas Tangen, Inafis, TNI, Polri, perangkat desa, Relawan Ganefo, hingga masyarakat setempat. MI
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....