Diterjang Air Bah Kiriman, Tiga Anak Terjebak di Tengah Sungai Gembong
- 10 Mei 2026 19:40 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Karanganyar -Tiga orang anak laki-laki dilaporkan terjebak air bah saat sedang memancing di Sungai Gembong, Desa Tunggulrejo, Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar pada Minggu, 10 Mei 2026 sore. Ketiga korban yakni Jidan (13), Aksa (13), dan Wahab (9) terjepit di tengah aliran sungai setelah debit air meningkat secara mendadak akibat hujan deras di wilayah hulu.
Kejadian bermula saat enam orang anak asyik memancing di sungai tersebut sejak siang hari tanpa menyadari adanya kiriman air dari wilayah Tawangmangu. Saat air bah datang, tiga rekan korban berhasil menyelamatkan diri ke tepi, sementara tiga lainnya terjebak karena derasnya arus yang menutup akses evakuasi mandiri.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Karanganyar, Hendro Prayitno, mengonfirmasi, pihaknya menerima laporan kejadian tersebut sekitar pukul 15.00 WIB. Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan segera dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penyelamatan darurat menggunakan peralatan seadanya.
“Relawan dan warga setempat melakukan evakuasi bersama-sama dengan menggunakan tali, bambu, hingga tangga untuk menjangkau para korban,” ujar Hendro Prayitno, Minggu 10 Mei 2026.
Hendro menjelaskan kondisi cuaca di lokasi kejadian sebenarnya belum turun hujan, namun wilayah atas atau Tawangmangu sedang diguyur hujan sangat deras. Hal inilah yang memicu datangnya air bah secara tiba-tiba tanpa disadari oleh para pemancing di wilayah bawah.
Proses evakuasi berlangsung dramatis mengingat arus sungai yang cukup kuat, namun berkat sinergi petugas dan masyarakat, seluruh korban berhasil ditarik ke daratan dalam kondisi selamat. Sekitar pukul 16.00 WIB, ketiga anak tersebut berhasil dievakuasi tanpa mengalami luka serius.
“Alhamdulillah sekitar pukul empat sore semuanya bisa diselamatkan dan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” ucapnya.
Atas kejadian ini, BPBD Karanganyar mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada saat beraktivitas di daerah aliran sungai, terutama jika wilayah pegunungan terpantau mendung pekat. Koordinasi antar-relawan akan terus ditingkatkan guna mempercepat deteksi dini peringatan banjir kiriman bagi warga di wilayah hilir.
“Kami terus share informasi di grup relawan agar warga selalu waspada terhadap kiriman air dari wilayah atas,” ujar Hendro.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....