BPBD Kabupaten Boyolali Petakan Lokasi Rawan Bencana Kekeringan

  • 07 Mei 2026 22:55 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Boyolali - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Boyolali sudah mempersiapkan dampak El nino musim kemarau yang lebih panjang pada tahun 2026.

Sebagai tahap awal, BPBD Kabupaten Boyolali melakukan pemetaan lokasi yang dianggap berpotensi mengalami kekeringan saat musim kemarau panjang terjadi.

Dihubungi melalui sambungan telepon pada Kamis, 7 Mei 2026, Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPBD Kabupaten Boyolali, Ari Wahyu Prabowo mengatakan skema mitigasi awal yang dilakukan adalah pemetaan, monitoring kondisi air dan berkoordinasi dengan Pemerintah Desa.

"Skema mitigasi kami melakukan beberapa langkah, yang pertama pemetaan wilayah rawan kekeringan, monitoring kondisi sumber air, koordinasi dengan Pemerintah Desa dan Kecamatan, serta edukasi kepada masyarakat terkait dengan penghematan air," kata Ari Wahyu Prabowo.

Dalam pemetaan yang dilakukan BPBD Kabupaten Boyolali, diketahui ada sebanyak tujuh wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan, yakni Kecamatan Juwangi, Kemusu, Wonosegoro, Wonosamodro, Selo, Musuk, Tamansari dan sekitarnya yang secara historis memang membutuhkan perhatian lebih.

Ditambahkan Ari Wahyu Prabowo, BPBD Kabupaten Boyolali juga sudah menyiapkan langkah awal dengan menyiagakan lima truk tangki serta 250 tangki yang dipergunakan untuk melakukan dropping air ke lokasi kekeringan.

"Terkait dengan kesiapan air bersih, kami telah menyiapkan skema distribusi bantuan air melalui dropping air bersih dengan dukungan lima unit truk tangki serta rencana awal kita siapkan sekitar 250 tangki distribusi atau kurang lebih 1,25 juta liter air sebagai tahap awal," katanya menambahkan.

Terkait kolaborasi dalam mitigasi bencana sendiri, BPBD sudah menjalin komunikasi lintas sektor dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), PDAM, TNI, Polri dan PMI, serta stakeholder instansi terkait. (JK)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....