Waspada El Nino Ekstrem, BPBD Karanganyar Ingatkan Potensi Karhutla Lawu
- 23 Apr 2026 18:41 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Karanganyar - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karanganyar memperingatkan masyarakat untuk mewaspadai fenomena transisi dari La Nina menuju El Nino pada musim kemarau 2026. Kalakhar BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno, menyatakan peralihan iklim ini diprediksi akan memicu kekeringan yang jauh lebih panjang dan lebih kering dibandingkan tahun sebelumnya.
Kondisi tersebut membawa risiko tinggi terhadap terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), terutama di wilayah lereng Gunung Lawu. Wilayah seperti Kecamatan Jenawi, Ngargoyoso, dan Tawangmangu menjadi titik pantauan utama karena memiliki area hutan yang luas dan rawan terbakar saat cuaca ekstrem.
“Kekeringan tahun ini diprediksi lebih panjang dari tahun kemarin karena adanya transisi ke potensi El Nino. Dampak yang paling kami waspadai adalah kebakaran hutan dan lahan, mengingat risiko tinggi Karhutla di lereng Gunung Lawu,” ujar Hendro Prayitno, Kamis 23 April 2026.
Selain ancaman kebakaran, fenomena El Nino ini berdampak langsung pada penurunan debit air di sejumlah waduk dan sungai di wilayah Kabupaten Karanganyar. Kondisi ini dikhawatirkan dapat mengganggu sektor pertanian dan mengancam program ketahanan pangan daerah jika tidak diantisipasi sejak dini.
“Pasti terjadi penurunan debit air, baik dari volume waduk maupun sungai, yang tentu memengaruhi sektor pertanian. Kami mengimbau masyarakat untuk selalu mengelola sumber daya air secara efektif dan mulai menabung air,” katanya.
Berdasarkan prediksi BMKG, puncak musim kemarau di Karanganyar diperkirakan akan terjadi pada bulan Agustus 2026. BPBD meminta para petani untuk menyesuaikan pola tanam dan memilih varietas tanaman yang lebih tahan terhadap cuaca kering guna meminimalisir kerugian akibat gagal panen.
“Jangan sampai situasi kekeringan parah di tahun 2023 terulang kembali di Karanganyar. Kami terus mensosialisasikan agar masyarakat lebih hemat air karena debit air pasti berkurang saat kemarau berlangsung,” ujar Hendro.
Pemerintah Kabupaten Karanganyar terus melakukan koordinasi lintas sektoral untuk memastikan kesiapsiagaan personel dan peralatan dalam menghadapi potensi bencana kekeringan. Masyarakat diharapkan tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam penggunaan api di area terbuka yang berdekatan dengan kawasan hutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....