Antisipasi Longsor, BPBD Karanganyar Pasang Alat EWS di SMPN 1 Jenawi

  • 01 Mei 2026 00:36 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Karanganyar - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karanganyar menerima bantuan satu unit alat Early Warning System (EWS) dari BPBD Provinsi Jawa Tengah tahun anggaran 2026. Karanganyar menjadi salah satu dari lima kabupaten di Jawa Tengah yang diprioritaskan menerima bantuan alat deteksi dini bencana tersebut untuk memperkuat mitigasi di wilayah rawan.

Alat EWS tersebut rencananya akan dipasang di lingkungan SMP Negeri 1 Jenawi, Desa Balong, Kecamatan Jenawi, yang merupakan lokasi terdampak longsor cukup parah pada tahun 2023 lalu. Pemilihan lokasi ini dilakukan berdasarkan hasil survei dan koordinasi dengan pihak sekolah guna memberikan rasa aman bagi sekitar 450 siswa yang tengah menempuh pendidikan di sana.

“Alat EWS ini merupakan bantuan dari BPBD Provinsi Jawa Tengah tahun 2026, di mana hanya lima kabupaten yang mendapatkan termasuk Karanganyar. Kami berencana memasang alat tersebut di SMP Negeri 1 Jenawi pada Selasa, 5 Mei mendatang, mengingat lokasi tersebut pernah terjadi longsor pada tahun 2023,” ujar Kalakhar BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno, Kamis 30 April 2026.

Proses pemasangan alat deteksi longsor ini juga akan melibatkan tim siaga dari pihak desa setempat serta satuan pendidikan dari SMP Negeri 1 Jenawi. Selain pemasangan fisik, BPBD Karanganyar juga telah mengagendakan kegiatan simulasi bencana bagi para siswa dan guru guna memastikan kesiapan mental serta pemahaman terkait cara kerja alat tersebut.

“Tujuannya agar siswa-siswi bisa belajar dengan nyaman karena alat ini mampu mendeteksi tanda-tanda sebelum terjadinya longsor. Setelah dipasang, kami akan mengadakan simulasi di lokasi tersebut dengan melibatkan tim siaga desa dan pihak sekolah agar dapat mengurangi risiko jika terjadi bencana sewaktu-waktu,” ucap Hendro.

Kehadiran teknologi EWS di wilayah rawan seperti Jenawi diharapkan dapat meminimalisir dampak kerugian materiil maupun korban jiwa melalui sistem peringatan dini yang akurat. Pihak sekolah menyambut positif langkah ini sebagai bentuk perlindungan nyata bagi ratusan pelajar yang setiap hari beraktivitas di area yang memiliki kemiringan lahan cukup ekstrem tersebut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....