El Nino Picu Potensi Kekeringan di Wilayah Solo, Begini Penjelasan BPBD
- 23 Apr 2026 15:08 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Fenomena El Nino diperkirakan berdampak pada kondisi cuaca di Indonesia, termasuk Kota Solo, dengan potensi kemarau panjang dan peningkatan suhu udara. Kondisi ini juga berisiko memicu kekeringan serta kebakaran lahan.
| Baca juga: Mengatasi Dampak Kekeringan Berkelanjutan |
Ditemui rri.co.id, Kamis 23 April 2026, Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Surakarta, Didik Sunarjono, mengatakan wilayah utara Solo menjadi daerah yang paling berpotensi terdampak. Kawasan tersebut selama ini kerap mengalami kekeringan saat musim kemarau.
| Baca juga: Mengatasi Dampak Kekeringan Berkelanjutan |
Ia menjelaskan El Nino terjadi akibat berkurangnya uap air di wilayah laut tengah. Dampaknya, curah hujan menurun dan suhu udara menjadi lebih panas.
“El Nino itu karena uap dari laut tengah kering sehingga berdampak kemarau dan panas terik di Indonesia,” katanya menjelaskan.
BPBD Surakarta telah menyiapkan langkah mitigasi menghadapi potensi tersebut. Salah satunya dengan menyiapkan distribusi bantuan air bersih bagi masyarakat terdampak.
“Kalau ada potensi kekeringan atau masyarakat membutuhkan air bersih, kita akan lakukan dropping air,” katanya.
Berdasarkan prakiraan BMKG, puncak El Nino diperkirakan terjadi pada Agustus mendatang. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan sejak awal musim kemarau. (Reza/MI)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....