BPOM Surakarta Bentuk Kader Keamanan Pangan di Kelurahan Jagalan

  • 28 Apr 2026 10:51 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Surakarta resmi membentuk kader keamanan pangan di Kelurahan Jagalan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek), Selasa, 28 April 2026.

Kelurahan Jagalan terpilih sebagai lokasi intervensi tahun ini karena dinilai memiliki komitmen tinggi, baik dari jajaran perangkat kelurahan maupun masyarakatnya, dalam menjaga standar keamanan konsumsi pangan.

Program ini merupakan bagian dari upaya keterpaduan keamanan pangan nasional yang menyasar sekolah, pasar, dan kelurahan. Kepala Balai POM di Surakarta, Muhammad Fajar Arifin, menjelaskan kader yang telah dilatih nantinya akan menjadi agen pemberdayaan bagi masyarakat luas.

Mereka bertugas memberikan edukasi agar warga paham cara mengonsumsi pangan yang aman dan sehat. Selain fokus pada edukasi warga, program ini juga mencakup pendampingan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar memiliki daya saing lebih tinggi.

“Harapannya masyarakat di Kelurahan Jagalan pada khususnya dan Surakarta pada umumnya dapat paham terkait keamanan pangan dan mengonsumsi pangan yang aman. Selain itu, program ini juga dilakukan pendampingan bagi pelaku usaha yang belum memiliki izin edar agar bisa segera mengurus PIRT maupun izin MD dari BPOM,” ujar Fajar saat ditemui rri.co.id di sela kegiatan.

Target utama pendampingan pelaku usaha adalah membantu transisi dari usaha tanpa izin menjadi memiliki Nomor Izin Edar (NIE). BPOM berkomitmen memfasilitasi pertumbuhan ekonomi lokal dengan memastikan produk yang beredar di masyarakat memenuhi standar kesehatan.

Tahun ini, wilayah Surakarta menjadi prioritas intervensi BPOM yang mencakup tiga sekolah, satu pasar, dan Kelurahan Jagalan sebagai perwakilan kelurahan di Kota Bengawan.

Lurah Jagalan, Arief Budiyanto, menyambut positif inisiatif ini dan mengapresiasi penunjukan wilayahnya sebagai lokasi intervensi. Sebanyak enam kader aktif dari perwakilan seluruh RW telah dipilih untuk mengikuti pelatihan intensif tersebut.

Kader-kader ini diproyeksikan menjadi perpanjangan tangan Balai POM dalam mengawasi dan menyebarluaskan informasi keamanan pangan secara berkelanjutan kepada warga sekitar.

“Jadi ini tangan panjang dari Balai POM, khusus kader dari Kelurahan Jagalan nanti bisa menyebarluaskan informasi ke masyarakat. Masalah keamanan pangan ini bukan murni tanggung jawab satu pihak saja, tapi semua pihak mulai dari RT, RW, hingga masyarakat secara umum harus ikut bertanggung jawab,” kata Arief.

Melalui kolaborasi lintas sektor ini, Pemerintah Kota Surakarta berharap Kelurahan Jagalan dapat menjadi percontohan bagi wilayah lain dalam mewujudkan ketahanan pangan mandiri.

Keberadaan kader yang aktif dan pelaku usaha yang taat regulasi diharapkan mampu meminimalisir risiko gangguan kesehatan akibat konsumsi pangan yang tidak layak.

Program ini juga diharapkan dapat mempercepat peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui pola konsumsi yang lebih terjaga. (Dania/MI)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....