Dies Natalis ke-50 UNS: Gelar Budaya Jadi Ruang Temu Lintas Generasi
- 26 Mar 2026 12:54 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Auditorium GPH Haryo Mataram Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dipadati sekitar ratusan pengunjung yang menghadiri acara Gelar Budaya dan Karya Anak Bangsa, Kamis, 26 Maret 2026.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Keluarga Alumni Fakultas Ilmu Budaya (FIB) ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Dies Natalis ke-50 UNS. Kehadiran Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, untuk kedua kalinya di kampus ini mempertegas posisi strategis perguruan tinggi sebagai garda terdepan pelestarian nilai-nilai luhur budaya nasional.
Rektor UNS, Prof. Hartono, dalam sambutannya menekankan budaya merupakan napas kehidupan bangsa yang menjadi fondasi utama dalam membangun karakter manusia. Ia menjelaskan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi di UNS harus berjalan beriringan dengan pemeliharaan kearifan lokal sesuai visi universitas.
Hal ini dibuktikan dengan berdirinya Badan Pengembangan Budaya UNS pada tahun 2025 sebagai unit strategis yang berada langsung di bawah pengawasan Rektor untuk mengawal keberlanjutan tradisi di ekosistem kampus.
"Budaya tidak hanya hidup dalam bentuk artefak dan tradisi, tetapi menjadi fondasi membangun peradaban, sehingga pendidikan dan kebudayaan harus selalu berjalan beriringan," ujar Prof. Hartono.
Selain sebagai simbol pelestarian, acara ini juga menjadi etalase transformasi budaya di tengah dinamika digitalisasi global yang semakin kompleks. Digitalisasi dipandang sebagai peluang besar untuk pengarsipan dan promosi budaya melalui platform media sosial, meski tantangan homogenisasi akibat globalisasi tetap perlu diwaspadai.
Prof. Hartono mengajak perguruan tinggi untuk menjadi pusat inovasi yang adaptif guna menjadikan kekayaan budaya Indonesia sebagai kekuatan soft power dalam diplomasi dunia.
Dekan Fakultas Ilmu Budaya UNS, Dwi Susanto, dalam laporannya menyebutkan persiapan kegiatan ini dilakukan secara intensif selama satu bulan dengan melibatkan seluruh elemen civitas akademika.
Acara ini menyuguhkan berbagai kegiatan mulai dari pameran koleksi museum, arsip naskah kuno, hingga pameran karya UMKM milik alumni yang tersebar di area auditorium. Keterlibatan aktif mahasiswa sebagai penggerak lapangan menunjukkan adanya transfer energi dan semangat baru dalam memaknai literasi budaya Nusantara kepada generasi muda.
"Dalam kegiatan ini kampus bertemu dengan alumni, ilmu bertemu dengan karya, serta tradisi bertemu kreativitas yang kembali kepada masyarakat dan memberi dampak luas," kata Dwi Susanto.
Kegiatan "Merajut Pelangi Budaya Nusantara" ini diharapkan menjadi jejak berkelanjutan bagi universitas untuk terus membuka diri bagi publik melalui kegiatan edukatif.
Momentum silaturahmi alumni lintas angkatan ini sekaligus memperkuat jejaring nasional dalam mendukung program-program pengembangan fakultas ke depannya. Dengan sinergi yang solid, UNS berkomitmen untuk tetap menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang unggul tanpa tercabut dari akar budayanya. (Dania)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....