Tedjowulan Gelar Halalbihalal, Ajak Trah Keraton Surakarta Bersatu

  • 26 Mar 2026 08:27 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Kangjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Panembahan Agung Tedjowulan hari ini, Kamis 26. Maret akan kembali mengumpulkan Keluarga Besar Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Pertemuan itu sebagai upaya mengajak seluruh anggota keluarga besar keraton kembali rukun, akur, dan kompak pasca muncul Raja Kembar pengganti mendiang Paku Buwono Buwono XIII.

Pertemuan masih dalam suasana Hari Raya Idulfitri 1447H. Seluruh putra-putri mendiang Paku Buwono XII dan Paku Buwono XIII diundang menghadiri halalbihalal di Sasana Handrawina, pada Kamis siang

Juru bicara Panembahan Agung Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Kangjeng Prof. (HC) Dr. (HC) Candra Malik Pakoenegoro menyampaikan, Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Prof. (Hon) Dr. Fadli Zon, M.Sc., telah mengkonfirmasi kehadirannya pada rencana kegiatan tersebut.

"Beliau akan rawuh beserta jajarannya. Acara dijadwalkan dimulai sekira pukul 12.00 wib," ucap Pakoenegoro dalam keterangan tertulis yang diterima rri.co.id.

Menurutnya, Gusti Tedjowulan mengharapkan halalbihalal dapat menjadi momentum yang baik dan tepat untuk mengajak seluruh anggota keluarga besar keraton kembali rukun, akur, dan kompak. Dengan begitu akan lebih konsen untuk melindungi, mengembangkan, dan/atau memanfaatkan Kawasan Cagar Budaya Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat sebagai Kawasan Cagar Budaya Peringkat Nasional.

"Ini sesuai mandat Keputusan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2026," ucap Pakoenegoro.

Pada hari yang sama pula, Menteri Kebudayaan dijadwalkan mengadakan peninjauan lokasi revitalisasi dan/atau rehabilitasi keraton.

"Seusai Halal bi Halal, Bapak Fadli Zon akan melihat langsung kondisi Keraton Kilen, yang pada awal Ramadhan telah kita bersihkan lingkungannya dan mulai dilakukan pencatatan terhadap kekayaan budaya keraton di Keraton Kilen," ucapnya.

Pakoenegoro menambahkan, Gusti Tedjowulan mengingatkan bahwa pelestarian dan pemajuan keraton tidak dapat mengandalkan pada satu dua figur saja. Tapi, membutuhkan kerjasama semua pihak.

"Kita sama-sama berharap Halal bi Halal bisa menjadi momentum saling memaafkan dan merangkul demi kebaikan bersama dan masa depan keraton," kata Pakoenegoro. MI

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....