Dampak Overload, Antrean Truk Sampah ke TPA Solo Sampai 2KM
- 09 Feb 2026 22:04 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Seratusan truk pengangkut sampah harus mengantre untuk masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Solo. Antrean seratusan kendaraan ini mencapai dua kilometer, Senin 9 Februari.
Dari pantauan di lokasi, hingga pukul 11.24 WIB ada truk yang belum bisa memasukkan sampah ke TPA Putri Cempo. Antrean terlihat mengular hingga di depan rumah warga jalan Solo-Plupuh.
Baca juga: Ketua Fraksi PDI-P Ungkap Kondisi TPA Putri Cempo
Salah satu petugas Haryanto mengaku harus antre satu jam lebih untuk kloter sampah kedua. Sedangkan, kloter sampah pertama pada pukul 06.30 WIB sampai 08.30 WIB.
"Ini antre yang kedua, yang pertama tadi pukul 06.30 sampai 08.30 WIB," katanya ditemui di TPA Putri Cempo, Senin 9 Februari.
Lebih lanjut Haryanto mengatakan, penyebab antrean itu diduga karena TPA sudah penuh. Sehingga harus menanti untuk masuk ke TPA.
"Kalau penyebabnya, kalau pembuangannya mungkin enggak memenuhi syarat sudah penuh ya, jadinya mungkin pihak pengelola mau buang ke mana mungkin ya repot," ucap petugas sampah dari Kelurahan Banjarmasin itu.
Baca juga: Protes Loading Sampah, Warga Blokade Akses Truk ke TPA Solo
Menurutnya, antrean truk pengangkut sampah sering pernah terjadi. Namun, kali ini, antrean paling panjang dan lama.
"Sah-sudah sebelumnya, sudah sering, Iya, paling panjang, biasana nggak sampai depan rumah warga. Senin memang sudah biasa antre, tapi nggak sepanjang ini," ucapnya.
Petugas lain dari Mangkubumen, Agung mengatakan sudah sejak pagi di TPQ Cempo. Ia memperkirakan akan sampai malam untuk menunggu antrean.
"Dari pagi tadi jam 07.00 WIB mungkin sampai malam ini, belum yang kloter kedua," ucap dia.
Terpisah Kepala UPTD Pengelolaan TPA Putri Cempo, Edy Suparmanto mengungkapkan penyebab antrean panjang truk sampah karena adanya alat yang rusak sehingga menyebabkan mobil sampah masuk secara bergantian.
"Penyebab karena kerusakan alat kita, alat kita ada yang rusak. Yang rusak yakni wheel holder sama ekskavator," katanya saat dihubungi.
Edy mengatakan, alat tersebut rusak sejak Sabtu (7/2) lalu. Ia mengatakan saat ini masih diupayakan dalam perbaikan.."Baru kemarin Sabtu, baru kemarin Sabtu. Ini sedang kita upayakan secepatnya untuk perbaikan," ujarnya.
Edy menegaskan antrean tersebut bukan karena adanya overload sampah di TPA Putri Cempo. Pihaknya juga telah menginstruksikan agar mobil sampah yang datang ke TPA tidak dalam waktu bersamaan.
"Bukan, bukan (overload sampah). Ada kerusakan alat kita. Yang sedang kita upayakan, instruksi ya, seperti biasa, cuman kita minta untuk diatur waktunya, hadi, tidak semuanya datang, sebenarnya kita minta untuk tidak semuanya datang bareng gitu kan. Jadi, per wilayah itu ada pengaturan jamnya sehingga tidak menumpuk," katanya. MI.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....