Protes Loading Sampah,Warga Blokade Akses ke TPA Putri Cempo

  • 09 Feb 2026 08:07 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Warga Kampung Jatirejo RW 39 Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Solo, melakukan aksi blokade akses truk sampah menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Minggu 8 Februari. Aksi ini merupakan puncak kejengkelan warga lantaran tumpukan sampah di TPA semakin mendekat ke permukiman warga, dan menimbulkan bau yang menyengat.

Sementara itu keluhan perihal membludaknya sampah yang disampaikan tidak pernah ditindaklanjuti Pemerintah Kota Solo. Dampak aksi warga, truk-truk sampah dari Kota Solo yang akan membuang sampah ke TPA tertahan. 

Warga akhirnya melunak dan mau membuka akses setelah ada mediasi oleh sejumlah anggota DPRD dari fraksi PDI-P dan Muspika Jebres bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Andri Priyanto ketua RW 39 Kelurahan Mojosongo mengakui adanya blokade akses ke TPA yang dilakukan warga Kampung Jantirejo. Aksi ini dilakukan lantaran rentetan masalah pengelolaan sampah di TPA yang selama ini dikeluhkan warga tidak ditindaklanjuti dengan serius. 

"Sekitar dua bulan terakhir loading truk sampah semakin mendekat dengan pemukiman warga, paling berjarak sekitar 20 meter dari rumah penduduk," ucap Andri saat dikonfirmasi, Minggu.

Warga sudah berulangkali protes namun tidak ada respon positif. Ditambah alat berat yang untuk memindahkan sampah rusak, akhirnya tumpukan semakin mendekat ke permukiman dan menimbulkan polusi udara.

"Kenapa kita tutup, biar ada perhatian, karena kita sudah berusaha ketemu pengelola namun tidak ada jawaban pasti. Tiap hari mendatangi pengelola tidak pernah ketemu dengan kepalanya. Lha semakin lama sampah semakin mendekat, kemudian loader yang biasanya melangsir sampah itu rusak. Kalau tidak kita tutup maka kiriman sampah dari kota semakin banyak, makannya warga berinisiatif menutup sementara," kata dia.

Andri Priyanto mengakui blokade dibuka setelah ada mediasi dan juga jaminan dari DLH yang akan segera memindahkan tumpukan sampah di dekat pemukiman penduduk. Warga memberikan target sepekan proses pemindahan ratusan ton sampah itu dapat selesai. "Tapai kalau melihat situasi seperti itu (di lokasi) kayaknya seminggu tidak rampung."

Anggota DPRD Solo Fraksi PDI-P, Dinas Lingkungan Hidup Pemkot Solo, dan Muspika Kecamatan Jebres melakukan audiensi bersama warga Kampung Jatirejo, Kelurahan Mojosongo, menyusul aksi protes blokade akses menuju TPA Putri Cempo. (Foto: RRI/Dok Warga)

Andri mengatakan, persoalan yang terjadi selama ini bukan hanya bau sampah. Tapi juga asap cerobong dari pembakaran untuk pembuatan RDF (Refuse Derived Fuel) untuk bahan bakar generator PLTSa yang pendek sehingga polusi menyebar ke pemukiman.

"Terus debu kalau beberapa hari TPA tidak hujan, bleduk banyak."

Terpisah Kepala DLH Solo Herwin Tri Nugroho mengelak terkait adanya aksi blokade akses truk sampah ke TPA oleh warga Jatirejo. Pihaknya mengklaim seluruh truk sampah dapat membuang sampah ke TPA. 

"Ow enggak. Enggak diblokade, saya ini di Putri Cempo, tadi dikabari warga blokade tapi enggak, sekarang mobil sampah bisa buang semuanya," ucap dia.

Namun dia tak menampik ada keluhan warga dan peningkatan pengelolaan karena sampah sudah masuk area yang dekat dengan pemukiman. Herwin mengatakan akan melakukan perbaikan pengelolaan sampah dalam waktu dekat. 

"Memang warga itu ada permintaan ada perbaikan pengelolaan sampah karena sampah sudah semakin mendekat Pemukiman warga."

Ditanya perihal warga minta pemindahan sampah selesai satu pekan, Herwin akan berupaya semaksimal mungkin. Namun yang menjadi kendala saat ini alat berat untuk melansir sampah kondisinya tidak memadai.

"Ya memang peralatan alat berat di TPA ini perlu penambahan. Terkait keputusan nantinya sewa sewa atau bagimana kami belum tahu." MI

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....