PKK Pemkot Solo Gelar Kampanye Lingkungan di Alkid
- 15 Jun 2026 13:50 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Tim Penggerak PKK Kota Surakarta sukses menggelar aksi Kampanye Kesehatan Lingkungan di kawasan Alun-Alun Selatan (Alkid) Keraton Surakarta, Jumat, 12 Juni 2026.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan kebersihan dan kelestarian alam melalui program pemilahan dan pemanfaatan sampah.
Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya GKR Panembahan Timoer Rumbai Kusuma Dewayani selaku Pengageng Sasana Wilapa Keraton Kasunanan Surakarta serta GKR Dewi Ratih Widyasari.
Kehadiran para tokoh ini menjadi bentuk dukungan nyata pihak keraton terhadap gerakan lingkungan hidup yang digalakkan di wilayah Surakarta.
Rangkaian acara dimulai sejak pukul 06.00 WIB dengan registrasi peserta dari berbagai kecamatan dan kelurahan di Kota Solo.
Setelah melakukan senam pagi bersama untuk membakar semangat, para peserta langsung bergerak melakukan aksi jalan sehat sembari memungut sampah di sekeliling area Alun-Alun Selatan.
Demi efektivitas aksi, peserta dibagi menjadi dua kelompok besar untuk menyisir area secara menyeluruh.
Menariknya, setiap sampah plastik dan anorganik yang dikumpulkan peserta sepanjang rute jalan sehat dibawa ke pos Bank Sampah untuk ditimbang dan ditukarkan langsung dengan bibit tanaman herbal, sayur, serta tanaman hias sebagai stimulan penghijauan.
Ketua TP PKK Kota Surakarta, Venessa Winastesia, memberikan imbauan tegas kepada seluruh kader agar menerapkan kebiasaan baru dalam memperlakukan sampah mulai dari rumah.
"Melalui Kampanye Kesehatan Lingkungan ini, kami mengajak seluruh kader PKK untuk menerapkan kebiasaan baru, yaitu pilah sampah dari rumah. Sampah juga bisa dirubah menjadi 'cuan' dimulai dari dapur kita sendiri," ujar Venessa.
Lebih lanjut, ia juga menjelaskan potensi nilai ekonomi dari sampah yang dipilah dengan benar.
"Sampah anorganik melalui bank sampah yang dikelola oleh PKK, sampah plastik dapat ditukar langsung menjadi uang tunai atau ditabung untuk kebutuhan keluarga. Ketika kita bergerak bersama, kita mendapatkan dua keuntungan sekaligus. Lingkungan kita menjadi bersih dan sehat serta dompet ibu-ibu semua menjadi lebih tebal," katanya.
Usai mengumpulkan sampah, seluruh peserta berkumpul di bawah pohon beringin kembar Alun-Alun Selatan untuk menerima sosialisasi edukatif dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surakarta.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan masyarakat semakin memahami bahwa sampah rumah tangga memiliki potensi nilai ekonomi jika dikelola dengan sistem yang tepat. (Dania)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....