Akses Pendidikan di Sragen Rusak Parah Ditengah Program 'Glowingisasi'

  • 15 Des 2025 08:50 WIB
  •  Surakarta

KBRN,Sragen: Jalan Sambirejo-Brumbung, Kecamatan Plupuh, yang menjadi akses ribuan siswa menuju sejumlah sekolah di kawasan tersebut, kondisinya rusak parah dan membahayakan. Kerusakan dibiarkan saja ditengah program ambisius 'glowingisasi' Sragen yang dicanangkan Bupati Sigit Pamungkas.

Kerusakan ini telah berlangsung lebih dari lima tahun dan diduga kuat terimbas dinamika serta sentimen politik lokal. Padahal di wilayah tersebut bayak tokoh seperti kediaman Pribadi Menteri BKKBN Wihaji, Wakil Ketua DPRD Sragen Tri Handoko dan juga anggota DPRD Sragen Prihandoko..

Baca Juga: DPR RI Sriyanto Saputra Tinjauan Proyek Jalan Manjung-Wonogiri

Jalur sepanjang sekitar 300 meter ini merupakan akses vital bagi siswa-siswi MTsN, MAN, SD, SMP, hingga SMA/SMK di wilayah Kecamatan Plupuh. Saat hujan turun, kondisi jalan bercampur lumpur dan banjir. Kondisi ini mengancam keselamatan para pengguna jalan, terutama pelajar.

Guru MTsN 4 Sragen, Joko Susilo, menyebut kondisi jalan yang memprihatinkan itu sudah terjadi cukup lama. Padahal kerusakan parah sekitar 300 meter namun tak kunjung dibenahi.

Menurutnya, kerusakan terparah terjadi di dekat rumah anggota DPRD setempat Prihandoko. "Kalau hujan biasanya banjir, jalannya rusak. Ini akses sekolah, tidak hanya MTs saja tapi juga MAN, SMKN, SMP. Ribuan siswa hampir melintas setiap hari," ucap Joko Susilo, Minggu (15/12/2025).

Dijumpai wartawan Anggota DPRD Sragen, Prihandoko atau yang akrab disapa Hanjus membenarkan kerusakan jalan di Sambirejo cukup lama. Bahkan kerusakan dibiarkan saja meskipun Bupati memiliki program 'glowingisasi' Sragen.

Baca juga: Persiapan Nataru, Proyek Jalan Sragen-Solo Dikebut

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyebut jalan tersebut tidak pernah tersentuh pembangunan selama lima tahun lebih. Padahal, taksiran anggaran Rp 1 miliar untuk perbaikan sepanjang 500 meter dinilai lebih dari cukup.

"Zaman Bupati Mbak Yuni sudah dikasih anggaran perbaikan, sekitar Rp 1,4 miliar untuk dua titik. Tiba-tiba pekerjaan dipindah ke jalan dekat PDAM ke utara, padahal kondisinya masih lumayan bagus. Saat itu sentimen politik saja," ujarnya.

Menurut Prihandoko, ada kejanggalan penganggaran di masa lampau. Kejanggalan ini berlanjut hingga pembahasan APBD terbaru. Lanjut dia, anggaran perbaikan jalan yang sempat masuk dalam pembahasan APBD Perubahan 2025 tiba-tiba dicancel. Termasuk dalam draf APBD 2026 penganggaran juga tidak jelas.

Hanjus secara blak-blakan menyinggung ketidakpekaan pejabat setempat. Mengingat jalan tersebut merupakan akses penting ke rumah tokoh politik Golkar sekaligus Menteri Wihaji, serta rumah Wakil Ketua DPRD Sragen sendiri.

"Secara politis, jalan ini akses rumah masa kecil menteri, tokoh Golkar. Namun seolah akses tersebut sengaja diabaikan," kata dia.

Hanjus juga menyarankan minimnya lampu penerang jalan umum PJU di sepanjang jalan tersebut. Kondisi ini sangat membahayakan pengendara khususnya roda dua mengingat jalannya rusak parah.

"Pasang lampu penerangan jalan juga tidak tepat posisinya, di dekat rumahnya saja, tapi jalan gelap diabaikan," ucap dia. MI

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....