Sebanyak 58 Kepala Sekolah Sragen Dilantik, 5 Kembali Jadi Guru

  • 04 Agt 2026 22:51 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, SRAGEN - Bupati Sragen Sigit Pamungkas melantik 58 kepala sekolah sekolah untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Dalam rotasi dan mutasi jabatan ini, terdapat lima orang yang sebelumnya menjabat sebagai kepala sekolah kini kembali bertugas sebagai guru biasa.

Pelantikan berlangsung di Aula Pemda Terpadu Kabupaten Sragen Selasa 4 Agustus 2026. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sragen, Purwanti, menjelaskan dari 58 kepala sekolah yang dilantik, 11 orang menjabat di Kepala SD dan 47 orang menjabat Kepala SMP.

Lanjut Purwanti, bahwa pengembalian tugas lima kepala sekolah menjadi guru tersebut didasari oleh dua pertimbangan utama, yakni penjatuhan sanksi disiplin dan aturan masa jabatan. Purwanti merinci, satu di antaranya adalah mantan Kepala SMPN 2 Sumberlawang, Agung Jatmiko yang dijatuhi sanksi disiplin tingkat sedang akibat kasus kekerasan siswa berujung maut yang terjadi di Sumberlawang.

Sebagai bentuk sanksi, yang bersangkutan diturunkan jabatannya menjadi guru biasa dan dipindahtugaskan ke SMPN 1 Gemolong.

"Yang dari kepala sekolah kemudian menjadi guru lagi ada lima orang," ujar Purwanti saat diwawancarai wartawan.

Sementara itu, empat kepala sekolah lainnya kembali menjadi guru karena telah menyelesaikan masa jabatannya. Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan, masa jabatan maksimal seorang kepala sekolah adalah dua periode.

"Empat orang ini kembali menjadi guru karena memang sudah habis periodenya, yaitu dua periode. Sesuai peraturan menteri, maksimal memang dua periode, kecuali jika di daerah tersebut tidak ada calon kepala sekolah pengganti baru bisa diperpanjang hingga tiga periode. Namun untuk jenjang SMP di Sragen, ketersediaan calon kepala sekolah saat ini mencukupi," katanya menjelaskan.

Sementara itu dalam sambutan pelantikan Bupati Sigit meminta Dinas Pendidikan mempertimbangkan jarak antara rumah dan tempat tugas kepala sekolah agar lebih dekat. Dengan penempatan lebih dekat agar kepala sekolah bisa lebih optimal dalam menjalankan tugas dan tidak terbebani jarak tempuh.

“Jauh dari rumah kadang itu juga permintaan pribadi masing-masing. Ada juga yang suka jauh dari rumah karena terasa seperti piknik,” ujar Sigit.

Bupati menegaskan bahwa komitmen Pemerintah Kabupaten Sragen untuk memperbaiki kualitas pendidikan melalui revitalisasi infrastruktur bangunan dan sarpras nya, termasuk juga dengan kualitas SDM baik guru dan Kepala Sekolahnya.

Sementara itu melalui pelantikan dan pergeseran posisi ini Pemerintah Kabupaten Sragen berharap dapat menyegarkan kepemimpinan di lingkungan satuan pendidikan Kabupaten Sragen serta meningkatkan kualitas proses belajar mengajar di setiap sekolah. MI

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....