Terungkap! Ini Motif Pelaku 'S' Tega Habisi Nyawa Bocah 11 Tahun di Jenar Sragen
- 10 Jun 2026 19:47 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, SRAGEN— Misteri pembunuhan sadis yang menimpa Balqis, bocah perempuan berusia 11 tahun asal Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, akhirnya mulai benderang. Polisi berhasil mengungkap motif di balik aksi keji yang dilakukan oleh tersangka Suparman alias Blendus (53).
Kapolres Sragen, AKBP Dewiana Syamsu Indyasari, mengungkapkan bahwa aksi pembunuhan tersebut murni didasari oleh motif ekonomi. Tersangka tega menghabisi nyawa korban karena ingin menjarah barang berharga milik bocah malang tersebut.
"Motifnya adalah pelaku ingin menguasai harta milik korban, yaitu sepeda motor Vario dan juga satu unit handphone," kata AKBP Dewiana saat dikonfirmasi awak media,
Kapolres memastikan seluruh barang bukti hasil kejahatan tersebut saat ini sudah berhasil disita oleh petugas. "Sudah ketemu semua (barang bukti motor dan HP)," imbuhnya.
Pelarian Suparman berakhir setelah tim Resmob Satreskrim Polres Sragen melakukan perburuan intensif. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani dan operator mesin perontok padi (thresher) tersebut dibekuk tanpa perlawanan di kediamannya.
"Alhamdulillah, tadi malam, Selasa tanggal 9 Juni 2026 sekira pukul 23.00 WIB, tim dari Resmob Satreskrim Polres Sragen berhasil mengamankan pelaku kejahatan pencurian dengan kekerasan. Pelaku berhasil diamankan di rumahnya yang beralamat di Kedung Soko, Desa Buni Aji, Gondang, Sragen," jelas Kapolres.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, polisi menyatakan bahwa Suparman merupakan pelaku tunggal dalam kasus ini. Namun, penyidik menegaskan akan terus melakukan pendalaman.
Penangkapan Suparman ini sekaligus mematahkan berbagai spekulasi dan isu liar yang sempat beredar di media sosial, yang menyudutkan pihak keluarga korban termasuk tudingan yang sempat mengarah kepada ayah tiri korban.
AKBP Dewiana meluruskan bahwa tersangka Suparman sama sekali tidak memiliki ikatan kekerabatan atau hubungan darah dengan korban maupun ibu korban. Kendati demikian, tersangka memang saling mengenal dengan ayah tiri korban.
"Untuk hubungan keluarga enggak ada. Tapi masih kita dalami untuk hubungan kenal dengan orang tua korban. Yang jelas dia memang kenal dengan ayah tiri korban ya," urai Kapolres meluruskan kabar burung yang beredar.
Ia juga mengimbau masyarakat dan warganet agar tidak berspekulasi terlalu jauh di media sosial dan memercayakan penanganan kasus sepenuhnya kepada pihak kepolisian.
"Belum, belum... belum ke arah sana (keterlibatan ayah tiri). Kan masih baru tadi malam kita amankan, kemudian sampai dengan saat ini kan masih pemeriksaan lanjut. Kemungkinan nanti akan masih ada info-info berkembang yang lain lagi. Kita dalami dulu, nggih," tambahnya.
Kasus yang terjadi pada Jumat, 5 Juni 2026 lalu ini sempat menggemparkan warga Kabupaten Sragen karena dinilai sangat teramat sadis. Korban yang masih di bawah umur dihabisi nyawanya menggunakan sebilah golok. Korban mengalami luka parah di bagian wajah, tubuh, bahkan jari-jari korban dilaporkan sampai putus akibat sabetan senjata tajam tersebut.
Saat ini, penyidik Satreskrim Polres Sragen masih bekerja secara dinamis untuk mengumpulkan keterangan tambahan guna merampungkan berkas perkara. Kapolres berjanji akan membeberkan kasus ini secara transparan ke publik dalam waktu dekat.
"Mohon bersabar, nggih. Nanti yang jelas kalau sudah kita gelar dengan baik, semuanya sudah fix, kita akan rilis lah supaya lebih lengkap. Mohon bersabar nggih, rekan-rekan semua," pungkasnya. MI
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....