Polres Sragen Kantongi Identitas Terduga Pembunuh Bocah 11 Tahun di Jenar
- 09 Jun 2026 09:30 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, SRAGEN – Misteri kematian tragis seorang bocah perempuan berusia 11 tahun di Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, mulai menemukan titik terang. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sragen berhasil mengungkap sejumlah fakta baru dan kini telah mengantongi arah terduga pelaku beserta identitasnya.
Jasad korban sebelumnya ditemukan di dalam rumahnya pada Jumat 5 Juni 2026 sore dalam kondisi mengenaskan dan masih mengenakan seragam sekolah. Peristiwa memilukan ini langsung menggemparkan warga setempat serta memicu perhatian luas dari masyarakat.
Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari, melalui Kasatreskrim Polres Sragen AKP Catur Agus Yudo Praseno, mengungkapkan bahwa tim penyidik bekerja secara maraton guna membongkar kasus ini. Polisi menggabungkan metode penyelidikan konvensional, analisis data, pendekatan ilmiah (scientific investigation), hingga digital forensik.
"Sejak laporan diterima, kami langsung melakukan olah TKP dan menerapkan tiga metode penyelidikan, yakni konvensional melalui pengumpulan keterangan saksi, analisis data dan barang bukti, serta scientific investigation dengan melibatkan Bid Dokkes dan Laboratorium Forensik. Selain itu, kami juga melakukan digital analysis melalui pengelolaan CCTV dan perangkat digital lainnya," ujar AKP Catur, Selasa 9 Juni.
Dalam proses penyelidikan di lapangan, polisi menemukan sejumlah barang bukti penting yang diduga berkaitan langsung dengan tindak pidana tersebut. Barang bukti yang diamankan di antaranya alat yang diduga digunakan pelaku, bantal yang diduga dipakai saat kejadian, hingga jejak kaki yang berlumuran darah.
Selain itu, tim penyidik menemukan adanya luka-luka serius pada tubuh korban. Salah satu temuan yang menjadi perhatian utama adalah kondisi jari tengah korban yang mengalami putus akibat kekerasan yang dialaminya.
"Barang bukti yang kami temukan cukup signifikan, termasuk jejak darah, alat yang diduga digunakan pelaku, serta sejumlah benda di sekitar lokasi kejadian yang saat ini masih kami dalami keterkaitannya," kata Kasatreskrim.
Tak hanya mengandalkan benda mati, tim identifikasi Polres Sragen juga berhasil mengamankan sejumlah sidik jari laten dari lokasi kejadian. Seluruh temuan tersebut kini sedang diuji dan dianalisis di laboratorium untuk dicocokkan dengan berbagai petunjuk lain yang telah dikumpulkan oleh penyidik.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis sementara, polisi memastikan bahwa korban meninggal dunia akibat mati lemas yang dipicu oleh tindakan kekerasan fisik.
"Hasil pemeriksaan menunjukkan korban meninggal karena mati lemas. Ditemukan pula adanya kerusakan pembuluh darah besar pada bagian wajah akibat kekerasan," kata AKP Catur.
Di sisi lain, AKP Catur menepis isu liar yang sempat berkembang di media sosial mengenai dugaan adanya kekerasan seksual. Penyidik memastikan, berdasarkan hasil pemeriksaan medis resmi, tidak ditemukan tanda-tanda pelecehan pada tubuh korban.
"Untuk dugaan pelecehan seksual, dari hasil pemeriksaan medis tidak ditemukan adanya indikasi ke arah tersebut," katanya menegaskan.
Berbekal hasil olah TKP dan pemeriksaan saksi-saksi, AKP Catur mengungkapkan bahwa penyelidikan saat ini telah mengerucut dan mengarah kepada pihak tertentu yang diduga kuat memiliki keterkaitan dengan peristiwa berdarah tersebut. Kendati demikian, pihak kepolisian belum bisa mengumumkan identitas yang bersangkutan kepada publik demi kepentingan penyidikan.
Polisi menegaskan masih harus melengkapi dan menyinkronkan seluruh alat bukti secara utuh sebelum melakukan tindakan hukum represif.
"Kami sudah mengarah kepada satu pihak yang patut diduga berkaitan dengan perkara ini. Namun kami tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. Semua alat bukti harus kami kumpulkan secara utuh sehingga ketika dilakukan upaya hukum, tidak ada celah bagi pelaku untuk mengelak dari perbuatannya," kata AKP Catur.
Penyelidikan kasus yang menyita perhatian publik ini mendapat perhatian langsung dari Kapolres Sragen, yang memimpin langsung proses evaluasi serta pengembangan penyidikan secara berkala. Hingga saat ini, Polres Sragen terus melakukan pendalaman terhadap seluruh barang bukti, hasil laboratorium forensik, rekaman CCTV sekitar, serta keterangan saksi-saksi. MI
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....