Kasus Kematian Bocah di Jenar Sragen Mulai Terang, Polisi Periksa Lebih dari 7 Saksi
- 08 Jun 2026 13:44 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Misteri kematian tragis Balqis seorang bocah perempuan berusia 11 tahun di Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, mulai menemukan titik terang. Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sragen bergerak cepat dengan terus menambah jumlah saksi untuk mengungkap tabir di balik tragedi tersebut.
Hingga saat ini, polisi dilaporkan telah memeriksa intensif lebih dari tujuh orang saksi, termasuk dari pihak keluarga dekat korban. Sejumlah fakta penting pun mulai terkuak dari hasil penyelidikan maraton yang digelar sejak jasad korban pertama kali ditemukan di dalam rumahnya pada Jumat 5 Juni 2026 sore lalu.
Kasatreskrim Polres Sragen, AKP Catur Agus Yudho Praseno, menegaskan bahwa pihaknya saat ini tengah fokus melakukan pendalaman secara hati-hati berkaitan dengan motif di balik peristiwa memilukan ini. Polisi enggan terburu-buru dalam menetapkan kesimpulan demi menjaga keakuratan proses hukum yang berjalan.
"Untuk memastikan motif itu kita tidak boleh ceroboh atau grusa-grusu. Ini terus kita pertajam, dan dari motif itu tentunya sudah ada arah ke subjek hukum yang diduga dimungkinkan sebagai pelaku. Namun, saat ini belum bisa kita ekspos ke publik," ujar AKP Catur Agus Yudho Praseno saat memberikan keterangan kepada awak media, Senin 8 Juni.
AKP Catur menambahkan, keterangan dari pihak keluarga menjadi pilar kekuatan bagi penyidik untuk memetakan gambaran utuh mengapa peristiwa tersebut sampai
terjadi. Selain mengandalkan keterangan saksi dan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), Satreskrim Polres Sragen juga menerapkan metode digital analysis untuk membedah bukti-bukti elektronik di sekitar kejadian.
Upaya ini merupakan bentuk kolaborasi berbagai aspek penyelidikan guna membangun dugaan motif yang solid serta mengarah langsung pada pelaku tindak pidana.
Menanggapi isu yang beredar liar di tengah masyarakat bahwa pelaku diduga berjumlah dua orang dan salah satunya merupakan anggota keluarga korban, AKP Catur menegaskan pihaknya enggan berspekulasi. Polisi memilih waspada terhadap setiap rumor guna memastikan apakah informasi tersebut valid atau justru berpotensi memperkeruh arah penyelidikan.
"Kita juga harus waspada isu itu apakah untuk membalikkan atau memperkeruh arah penyelidikan kepolisian, atau hanya sekadar orang yang ngomong tidak ada maksud kepentingan apa-apa, tapi tidak paham dampak risikonya, atau memang isu itu memang ada bobot kebenarannya. Itu tentunya nanti kita juga akan dalami," ujar AKP Catur.
Penyidik sendiri diketahui telah berulang kali melakukan olah TKP ulang guna mengonfirmasi dan mengonfrontasikan kesesuaian fakta di lapangan. Bahkan, Wakapolres Sragen dilaporkan turun langsung ke lokasi kejadian demi memastikan taktik dan teknik penyelidikan berjalan optimal. Pihak kepolisian berjanji akan segera merilis dan mereview keberhasilan pengungkapan kasus ini kepada media pada momentum yang tepat. MI
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....