Usut Kematian Bocah di Jenar, Polisi Terapkan Scientific Crime Invetigation
- 05 Jun 2026 22:20 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, SRAGEN – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sragen bergerak cepat mengusut tuntas kasus dugaan pembunuhan terhadap seorang bocah perempuan berinisial B (11), warga Desa Kedawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen. Guna memastikan akurasi dan keabsahan bukti dalam mengungkap tabir kematian korban, pihak kepolisian menerapkan metode penyelidikan ilmiah atau Scientific Crime Investigation.
Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari melalui Kasatreskrim Polres Sragen, AKP Catur Agus Yudho Praseno, menegaskan bahwa penanganan kasus ini dilakukan secara mendalam, objektif, dan berbasis penemuan ilmiah di lapangan.
"Untuk mengusut tuntas kasus ini secara akurat, Polres Sragen menerapkan metode penyelidikan ilmiah atau scientific crime investigation. Kami ingin memastikan semua alat bukti yang dikumpulkan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum," ujar AKP Catur Agus Yudho Praseno, Jumat 5 Juni 2026.
Sejak kasus ini mencuat, tim penyidik langsung bergerak dinamis di lapangan. Hingga Jumat malam, polisi dilaporkan telah memeriksa sedikitnya empat orang saksi. Proses pemeriksaan dan penggalian keterangan masih berlangsung secara intensif di mapolres setempat.
Selain meminta keterangan dari para saksi, petugas juga melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang ketat. Dari hasil olah TKP tersebut, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga kuat berkaitan erat dengan peristiwa tragis yang menimpa bocah malang tersebut.
Untuk memastikan penyebab pasti kematian korban, jasad B telah dievakuasi ke RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen. Pihak Satreskrim Polres Sragen juga telah berkoordinasi langsung dengan Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokes) Polda Jawa Tengah guna melakukan pemeriksaan medis dan autopsi mendalam.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa seluruh alat bukti, keterangan saksi, serta hasil olah TKP akan terus dievaluasi secara berkala. AKP Catur Agus Yudho Praseno berjanji akan menyampaikan perkembangan kasus ini secara transparan kepada publik setelah seluruh rangkaian penyelidikan krusial selesai dilakukan.
Sementara itu kakek korban, Wagito, (59) menyampaikan, dirinya mengetahui kematian cucunya dari ibu korban 6 meminta bantuan setelah mengetahui anaknya meninggal.
"Saya melihat kondisi korban dan ternyata sudah meninggal dengan muka yang penuh luka senjata tajam. Saya lapor ke Pak RT dan diteruskan ke Pak Lurah. Lalu polisi datang. Sepeda motor Honda Vario yang biasa digunakan sekolah korban hilang," ujar Wagito.
Para warga juga berdatangan di sekitar rumah korban. Ibu korban terus menangis. Dewi menangis ketika ingat dengan kondisi anaknya. Beberapa saudaranya juga ikut menangis. Simbahnya hanya bisa duduk sendirian di halaman rumah karena kehilangan cucunya.
Wagito mengatakan korban setiap harinya di rumah sendirian. Dia menerangkan ibu korban bekerja di pabrik dan ayah korban bekerja sebagai buruh threser panen padi. Dia mengungkapkan tak ada yang mengetahui kejadian itu. Ibu korban mengetahui anaknya meninggal sepulang dari pabrik, sekitar pukul 16.00 WIB. MI
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....