Usai Istri Napi Selundupkan Narkoba, Lapas Sragen Perketat Pengamanan Pengunjung
- 01 Jun 2026 15:05 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, SRAGEN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Sragen memperketat pengamanan dan pemeriksaan terhadap pengunjung keluarga Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Langkah tegas ini diambil menyusul digagalkannya upaya penyelundupan narkoba oleh seorang istri narapidana pada Selasa 26 Mei 2026 lalu.
Kepala Lapas Kelas IIA Sragen, Giyono, mengungkapkan bahwa modus yang digunakan pelaku tergolong nekat, yakni menyembunyikan barang haram tersebut di dalam organ intimnya untuk mengelabui petugas.
"Menurut pemeriksa dan pengakuan pelaku, barang itu diletakkan persis di (pintu) vaginanya. Di situ ada dua bungkus, ditutup dengan pembalut wanita, terus ditekan dengan celana dalamnya," ujar Giyono saat memberikan keterangan kepada awak media, Sabtu 30 Mei.
Giyono menjelaskan, penggagalan ini berkat kejelian petugas wanita Kepala Bagian Pemeriksaan Khusus. Sesuai prosedur tetap (protap) yang berlaku, pengunjung wanita wajib diperiksa secara menyeluruh oleh petugas wanita di ruang tertutup, bahkan hingga pemeriksaan fisik secara detail.
Kecurigaan petugas diperkuat oleh teknik berjalan pelaku yang tampak tidak alamiah. Karena barang bukti dan pembalut tidak saling diikat, pergerakan pelaku saat berjalan menjadi canggung dan mencurigakan.
"Memang protap kami kalau memeriksa wanita ada kabin tersendiri dan pemeriksanya juga wanita. Tangan pemeriksa pasti sampai ke area sensitif karena modus sekarang bisa lewat BH, celana dalam, sanggul rambut, hingga di dalam jilbab. Bahkan jika diperlukan harus ditelanjangi, tentunya hanya di depan petugas wanita," kata Giyono tegas.
Ia menambahkan, pelaku sempat mencoba menggunakan alibi sedang menstruasi dengan menodai pembalutnya menggunakan yodium untuk menghindari pemeriksaan mendalam. Namun, alibi tersebut gagal mengelabui petugas. Berdasarkan pemeriksaan sementara, pelaku mengaku baru pertama kali melakukan aksi nekat ini.
Menurut Giyono, sebagai langkah tegas pada IdulAdha, pihak Lapas bersama TNI dan Polri juga telah menggelar razia penggeledahan blok hunian pada malam hari dan mengamankan sejumlah barang terlarang seperti kabel, plastik, dan kaleng bekas.
Sementara itu atas prestasi menggagalkan narkoba ini, petugas Lapas yang bersangkutan kini sedang diusulkan untuk menerima piagam penghargaan dari Menteri.
Meski ada insiden tersebut, Lapas Sragen memastikan layanan kunjungan keluarga tetap berjalan normal demi memfasilitasi momentum Libur panjang.Jadwal kunjungan dibuka setiap Senin sampai Kamis yang dibagi dalam dua kloter, yakni pukul 08.00–11.30 WIB dan pukul 13.00–14.30 WIB.
"Kunjungan tetap diadakan, tidak mungkin kami tutup menjelang Idul Adha. Namun, kewaspadaan kami tingkatkan ekstra hati-hati. Sesuai instruksi Pak Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan serta Pak Dirjen, tidak ada toleransi terkait narkoba," kata Giyono menambahkan.
Secara terpisah, pihak kepolisian langsung bergerak cepat mengembangkan kasus ini. Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu Indyasari, melalui KBO Satresnarkoba Polres Sragen Iptu Setya Permana, menegaskan bahwa pihaknya tengah melakukan penyelidikan mendalam terhadap tersangka berinisial Y tersebut.
"Tindak lanjut yang sudah kita lakukan adalah melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan alat bukti yang sudah diamankan. Tentunya, kami berusaha semaksimal mungkin untuk mengungkap jaringan yang berada di atasnya (bandar/pengedar)," ujar Iptu Setya Permana. MI
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....