Dukung Program Imunisasi BIAS, Siswa SDN Cemara Dua Surakarta Divaksin
- 12 Agt 2026 17:06 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Ratusan peserta didik di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Cemara Dua, Kota Surakarta, mendapatkan vaksinasi Measles-Rubella (MR) dan Human Papillomavirus (HPV), di sekolah setempat, Selasa, 11 Agustus 2026.
Pemberian layanan kesehatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Guru Olahraga sekaligus Pembina Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) SDN Cemara Dua Surakarta, Badri Rohani, menjelaskan pelaksanaan imunisasi menyasar total 223 siswa.
Angka tersebut mencakup 111 siswa kelas satu yang menerima vaksin MR untuk mencegah campak, serta 112 siswa kelas lima yang mendapatkan skrining kesehatan dan vaksin HPV khusus siswi perempuan.
"Karena kondisi anak ini rentan, maka perlu fondasi kesehatan melalui imunisasi. Jika kesehatannya terjaga dan terhindar dari penyakit, anak-anak tentu akan lebih ceria dan maksimal dalam menerima pelajaran di sekolah," kata Badri, Selasa, 11 Agustus 2026.
Badri menegaskan program kesehatan hasil kerja sama dengan Puskesmas Gilingan ini adalah agenda rutin yang digelar setiap bulan Februari dan Agustus.
Ia menilai kesadaran orang tua di SDN Cemara Dua sangat tinggi karena tidak ada satupun yang menolak, terlebih sekolah telah melakukan sosialisasi dengan intensif serta membekali anak dengan rapor kesehatan.
Dihubungi secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta, Retno Erawati Wulandari, menyampaikan capaian vaksinasi MR di wilayahnya sangat memuaskan.
Pihaknya mencatat perolehan di Solo telah menembus angka 120 persen dari target awal 9.231 anak berkat dukungan penuh dari seluruh institusi pendidikan dasar.
"Ini adalah program pemerintah yang diberikan secara gratis demi menjaga masa depan kesehatan anak-anak kita," ujar Retno.
Khusus untuk pemberian vaksin HPV dengan target 9.287 sasaran, Dinas Kesehatan Surakarta memfokuskan perlindungannya pada siswi perempuan berusia 11 tahun.
Vaksinasi dengan dosis tunggal sejak dini dinilai sangat krusial dalam mencegah risiko kanker leher rahim yang merupakan penyakit pembunuh tertinggi kedua pada perempuan di masa depan. (Dania)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....