Dinkes Solo Perkuat Edukasi Tekan Zero Dose Imunisasi
- 03 Jun 2026 14:22 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surakarta memperkuat edukasi kepada masyarakat sebagai upaya menekan jumlah anak zero dose atau anak yang belum pernah mendapatkan imunisasi sama sekali. Langkah tersebut menjadi salah satu fokus dalam kegiatan peningkatan kapasitas lintas sektor untuk percepatan penurunan zero dose imunisasi di Swiss-Belhotel Solo, Rabu 3 Juni 2026.
Kepala Dinkes Kota Surakarta, Retno Erawati Wulandari, mengatakan kasus anak yang belum pernah menerima imunisasi masih ditemukan di Kota Solo. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena dapat memengaruhi capaian imunisasi dan kekebalan kelompok masyarakat.
“Masih ada masyarakat yang anaknya belum terimunisasi sama sekali. Ini menjadi perhatian dan PR kita bersama,” katanya.
Menurutnya, sebagian besar kasus zero dose disebabkan rendahnya pemahaman masyarakat mengenai manfaat imunisasi. Selain itu, masih ada kelompok masyarakat yang menolak imunisasi karena alasan keyakinan maupun kekhawatiran terhadap efek samping.
“Yang saya temui rata-rata karena ada paham yang tidak memperbolehkan imunisasi dan ada yang takut anaknya panas setelah imunisasi,” ujarnya.
Retno menjelaskan angka zero dose di Kota Solo memang relatif kecil. Namun jika tidak ditangani, kondisi tersebut berpotensi menurunkan herd immunity atau kekebalan kelompok.
“Kalau kita biarkan dan angkanya bertambah terus, yang kita khawatirkan adalah kekebalan komunitas menjadi turun,” ucapnya menjelaskan.
Ia menambahkan penurunan cakupan imunisasi dapat meningkatkan risiko munculnya penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I), seperti campak, polio, pertusis, dan tetanus.
Sementara itu, perwakilan Tim Puslitkes LPPM Universitas Diponegoro (Undip), Novia Handayani, mengatakan upaya edukasi perlu melibatkan banyak pihak agar pesan mengenai pentingnya imunisasi dapat diterima masyarakat secara luas.
“Harapannya semua lintas sektor yang hadir bisa menyampaikan informasi yang benar dan positif terkait imunisasi,” katanya.
Menurutnya, keterlibatan pemerintah, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, hingga lembaga pendidikan menjadi kunci untuk meningkatkan cakupan imunisasi dan menekan jumlah anak zero dose di Kota Surakarta. (Reza)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....