Dinkes Karanganyar Temukan 8 Kasus Campak, Mayoritas Belum Imunisasi Lengkap

  • 01 Apr 2026 17:06 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Karanganyar - Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar melaporkan temuan delapan kasus positif campak di wilayahnya hingga awal April 2026. Temuan ini didapatkan setelah petugas melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap 55 pasien suspek yang sebelumnya dalam pemantauan intensif di lapangan.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Karanganyar, Dwi Rusharyati, menjelaskan dari delapan pasien yang dinyatakan positif tersebut, enam di antaranya sempat menjalani rawat inap di rumah sakit. Meski demikian, kondisi para pasien dilaporkan stabil dan hanya menjalani perawatan di bangsal biasa tanpa perlu penanganan di ruang ICU.

“Dari lima puluh lima suspek, delapan di antaranya positif campak. Enam orang rawat inap biasa, jadi tidak sampai masuk I-C-U dan sekarang semuanya sudah dalam proses membaik,” ujar Dwi Rusharyati saat dikonfirmasi pada Rabu, 1 April 2026 siang.

Berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi, tim Dinas Kesehatan menemukan fakta bahwa mayoritas pasien positif memiliki riwayat imunisasi campak yang tidak lengkap. Dwi menekankan adanya perbedaan gejala yang signifikan antara pasien yang sudah mendapatkan imunisasi lengkap dengan mereka yang belum tervaksinasi secara maksimal.

“Hasil penyelidikan menunjukkan rata-rata mempunyai riwayat imunisasi yang tidak lengkap. Kalau kita bandingkan, gejala yang ditimbulkan memang jauh lebih ringan bagi mereka yang riwayat imunisasinya sudah lengkap,” ujarnya.

Plt Kadinkes mengakui, terdapat tantangan dalam pemenuhan target cakupan imunisasi di Karanganyar, terutama adanya penolakan dari sebagian kelompok masyarakat. Alasan penolakan tersebut umumnya didasari oleh keyakinan terkait aspek halal dan haramnya vaksin yang digunakan dalam program pemerintah.

“PR di Karanganyar memang masih adanya beberapa masyarakat yang menolak terkait keyakinan, seperti masalah halal tidaknya. Kelompok yang menolak ini hampir ada di tiap kecamatan, meskipun jumlahnya sedikit-sedikit. Kami sudah lakukan upaya lintas sektoral sejauh kewenangan yang kami miliki,” kata Dwi.

Saat ini, cakupan imunisasi campak di Karanganyar diklaim telah melampaui target nasional di kisaran 94 hingga 95 persen, meski belum mencapai angka sempurna 100 persen.

Dinas Kesehatan terus mengimbau orang tua untuk memberikan imunisasi dasar lengkap bagi anak, yakni pada usia 9 bulan, 18 bulan, hingga dosis lanjutan saat program Bulan Imunisasi Anak Sekolah atau BIAS di tingkat sekolah dasar.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....