Puslitkes LPPM Undip Soroti Rendahnya Kesadaran Masyarakat soal Imunisasi

  • 03 Jun 2026 14:24 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Rendahnya kesadaran masyarakat dan maraknya informasi keliru mengenai vaksin masih menjadi tantangan dalam upaya meningkatkan cakupan imunisasi anak. Kondisi tersebut dibahas dalam kegiatan peningkatan kapasitas lintas sektor untuk percepatan penurunan zero dose imunisasi di Swiss-Belhotel Solo, Rabu 3 Juni 2026.

Perwakilan Tim Puslitkes LPPM Universitas Diponegoro (Undip), Novia Handayani, mengatakan permasalahan utama yang ditemukan bukan pada ketersediaan layanan imunisasi, melainkan pada persepsi masyarakat terhadap pentingnya imunisasi.

“Permasalahannya ternyata banyak ada di masyarakat itu sendiri. Banyak masyarakat yang belum merasa butuh melakukan imunisasi untuk anak-anaknya,” katanya kepada rri.co.id.

Ia menjelaskan layanan imunisasi saat ini tersedia secara luas dan gratis melalui puskesmas maupun posyandu. Namun masih ada orang tua yang terpengaruh informasi tidak benar mengenai vaksin.

Menurut Novia, penyebaran informasi yang benar harus terus diperkuat agar masyarakat memahami manfaat imunisasi serta risiko yang muncul apabila anak tidak mendapatkan imunisasi dasar lengkap.

“Harapannya semua lintas sektor yang hadir bisa menyampaikan informasi yang benar dan positif terkait imunisasi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surakarta, Retno Erawati Wulandari, mengatakan rendahnya cakupan imunisasi dapat berdampak pada menurunnya kekebalan kelompok di masyarakat.

Ia mengingatkan bahwa berbagai penyakit seperti campak, polio, pertusis, dan tetanus masih dapat muncul apabila cakupan imunisasi tidak terjaga dengan baik. “Kalau kita biarkan dan angkanya bertambah terus, yang kita khawatirkan adalah kekebalan komunitas menjadi turun,” katanya.

Melalui kolaborasi lintas sektor, Dinkes Kota Surakarta dan Puslitkes Undip berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya imunisasi terus meningkat sehingga jumlah anak zero dose dapat ditekan dan risiko wabah penyakit menular dapat dicegah. (Reza)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....