Respati Ajak Warga Hapus Stigma terhadap Anak dengan HIV/AIDS
- 01 Agt 2026 20:21 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Pemerintah Kota Surakarta mendorong terciptanya ruang tumbuh yang inklusif dan bebas stigma bagi anak dengan HIV/AIDS melalui kegiatan menanam sayur bersama anak-anak Yayasan Lentera Surakarta, Sabtu (1/8/2026). Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana edukasi lingkungan, literasi, dan pemberdayaan anak.
Kegiatan mengusung tema “Membangun Ruang Tumbuh Tanpa Stigma: Transformasi Literasi dan Kebun Sirkular sebagai Jalan Inklusi Anak dengan HIV/AIDS”. Aktivitas menanam sayuran dimaknai sebagai upaya menumbuhkan harapan, kepercayaan diri, dan kesempatan yang setara bagi setiap anak.
Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, mengatakan setiap anak memiliki hak yang sama untuk tumbuh, belajar, bermain, dan meraih masa depan. Menurutnya, kondisi kesehatan tidak boleh menjadi alasan munculnya stigma maupun diskriminasi terhadap anak.
“Melalui kegiatan ini kita tidak hanya menanam benih sayuran, tetapi juga menanam optimisme bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk sukses. Setiap benih yang tumbuh mengajarkan bahwa sesuatu yang besar selalu berawal dari langkah kecil yang dirawat dengan kesabaran, ketekunan, dan kasih sayang,” ujar Respati.
Respati mengajak masyarakat menghapus stigma terhadap orang dengan HIV/AIDS maupun anak dengan HIV/AIDS. Mereka, kata dia, harus memperoleh dukungan dan kesempatan yang sama untuk hidup sehat, memperoleh pendidikan, berkarya, serta berkontribusi bagi masyarakat.
Pemkot Surakarta juga mengapresiasi Yayasan Lentera Surakarta yang memberikan pendampingan melalui program pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan penguatan kapasitas anak. Salah satunya dilakukan melalui pengembangan literasi dan kebun sirkular sebagai media pembelajaran.
Melalui kebun tersebut, anak-anak diajak mengenal proses bercocok tanam sekaligus memahami pentingnya menjaga lingkungan. Aktivitas itu juga digunakan untuk menumbuhkan tanggung jawab, kerja sama, dan kemandirian sejak dini.
Pemkot Surakarta akan memperkuat kolaborasi dengan yayasan, fasilitas pelayanan kesehatan, dunia pendidikan, komunitas, dan masyarakat. Sinergi lintas sektor juga diarahkan pada edukasi, peningkatan literasi, pendampingan kebun sirkular, serta pengembangan keterampilan anak.
Respati berharap pendampingan tersebut dapat memberikan bekal kepada anak-anak untuk menjalani kehidupan secara mandiri ketika dewasa. Pemerintah juga ingin memastikan mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, percaya diri, dan produktif tanpa menghadapi diskriminasi.
Kegiatan menanam sayur bersama diharapkan menjadi awal bagi semakin banyak kolaborasi antara pemberdayaan sosial dan kepedulian lingkungan di Surakarta. Pemkot menegaskan pembangunan kota tidak hanya menyangkut pembangunan fisik, tetapi juga penciptaan ruang kehidupan yang inklusif, berkeadilan, dan memberikan kesempatan setara kepada setiap anak. (Reza)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....