Pasien HIV AIDS Sering Berpindah Tempat, Jadi Kendala Penanganan KPA Solo
- 02 Jun 2026 10:45 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Solo mengalami banyak kendala dalam menangani kasus positif HIV AIDS. Kendala tersebut diantaranya banyak pasien yang sering berpindah tempat, sehingga menjadi permasalahan di lapangan.
Hal itu dikatakan langsung, Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Kota Solo, Widdi Srihanto saat dihubungi melalui sambungan telepon pada Sabtu, 30 Mei 2026 mengatakan kasus pasien yang hilang kontak atau lost follow up masih kerap ditemukan saat petugas berupaya melakukan pendampingan. Tantangan itu menjadi permasalahan terbesar yang berada pada aspek non medis.
"Kendalanya adalah mereka kadang menghilang. Tahu-tahu tempatnya jadi, ada laporan, katanya kos, kita cari ternyata sudah pindah. Baru-baru saja ada laporan ke kita, lewat teman-teman, kemudian kita mencari lokasinya, ternyata sudah pindah. Itu yang sulit," kata Widdi Srihanto.
Ketika nantinya pasien berhasil ditemukan, KPA bersama jaringan pendamping akan melakukan pendekatan secara personal untuk memastikan pasien tetap memperoleh layanan kesehatan dan mengakses terapi antiretroviral (ARV).
Saat ini diketahui Kota Solo memiliki 17 Puskesmas dan 10 Rumah Sakit yang telah menyediakan layanan terkait HIV AIDS. Ke depan KPA juga akan terus memperkuat edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, termasuk menyasar sekolah, Kelurahan, hingga kelompok masyarakat di tingkat Kecamatan sebagai langkah penanganan kasus.
Penanganan kasus HIV AIDS Kota Solo ini sebagai langkah strategis menyusul data Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2025 yang mengatakan bahwa Kota Bengawan berada pada posisi kedua penemuan kasus HIV AIDS tertinggi di Jawa Tengah, di bawah Kota Semarang.
Wali Kota Solo, Respati Ardi juga menegaskan bahwa penanganan HIV AIDS saat ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kota. Edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat akan terus diperkuat, terutama bagi kalangan remaja dan generasi muda.
"Kita akan edukasi secara terus menerus di pendidikan formal maupun non formal dan nanti untuk Komisi Penanggulangan AIDS akan kita turunkan ke masyarakat supaya masyarakat mengetahui bahayanya AIDS dan mengurangi pergaulan bebas serta langkah preventif Kota Solo akan kita tempuh," ucap Respati Ardi. (JK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....