Pemkot Surakarta Siapkan Dashboard Real Time untuk Tekan Angka Stunting

  • 03 Jul 2026 18:24 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Pemerintah Kota Surakarta terus memperkuat upaya percepatan penurunan angka stunting melalui pembaruan sistem pendataan berbasis digital. Langkah ini dilakukan agar penanganan kasus stunting di Kota Bengawan dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran, cepat, dan efektif.

Ditemui dikantornya pada Rabu, 1 Juli 2026, Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, mengatakan Pemerintah Kota saat ini tengah melakukan akselerasi dan pengkinian data kependudukan sekaligus menyiapkan dashboard stunting berbasis real time yang dapat diakses hingga tingkat kelurahan.

Menurutnya melalui sistem tersebut, setiap posyandu nantinya dapat memperbarui data kasus stunting secara langsung, sehingga pemerintah dapat memantau perkembangan secara harian.

"Untuk melanjutkan program percepatan penurunan stunting, Pemerintah Kota Surakarta berfokus pada akselerasi data. Kami ingin di masing-masing posyandu ada data real time untuk jumlah stunting di Kota Surakarta agar penanganan stunting bisa lebih akurat dan efektif," kata Astrid Widayani.

Ditambahkan orang nomor dua di Pemerintahan Kota Surakarta ini, pendataan stunting masih dilakukan secara manual sehingga pemerintah harus melakukan verifikasi langsung ke lapangan.

Dengan sistem digital yang sedang dikembangkan, pemerintah dapat segera mengidentifikasi wilayah dengan angka stunting tinggi dan menentukan strategi intervensi yang sesuai dengan kondisi masing-masing daerah.

"Sekarang saya ingin semua real time, jadi setiap hari bisa saya pantau. Saya akan melihat wilayah mana yang masih tinggi untuk kita cari strateginya, apakah dari sisi kesehatan atau nonkesehatan, apakah karena faktor sosial, lingkungan, atau faktor lainnya," katanya menambahkan.

Lebih lanjut, Astrid Widayani menegaskan bahwa penanganan stunting di Kota Surakarta tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga mencakup perbaikan faktor lingkungan dan sosial.

Intervensi akan dilakukan berbasis wilayah, termasuk melalui perbaikan rumah tidak layak huni, penyediaan sanitasi, serta peningkatan kualitas air bersih.

Pemerintah Kota Surakarta berharap, dengan sistem pemantauan berbasis data real time dan intervensi yang terintegrasi, angka stunting di Kota Surakarta dapat terus ditekan secara signifikan. (JK)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....