Mencegah Stunting Dimulai sejak Masa Kehamilan
- 29 Mei 2026 20:11 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Upaya pencegahan stunting ternyata tidak dimulai saat anak sudah lahir, melainkan sejak masa kehamilan. Pemenuhan gizi ibu hamil, pemeriksaan rutin, hingga dukungan keluarga menjadi faktor penting agar anak dapat tumbuh sehat dan terhindar dari stunting.
Hal tersebut disampaikan dalam perbincangan kesehatan bersama dr. Handika Zulimartin, Sp.OG . Membahas pentingnya pencegahan stunting sejak awal kehamilan dalam program Jagongan, Mei 2026
Menurutnya, masa paling penting dalam mencegah stunting berada pada 1.000 hari pertama kehidupan, yakni sejak janin berada dalam kandungan hingga anak berusia dua tahun. “Pertumbuhan anak itu sangat dipengaruhi sejak masa kehamilan. Karena itu kondisi ibu hamil harus benar-benar diperhatikan,” ucapnya.
Ia menerangkan, ada sejumlah tanda yang perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko seorang ibu melahirkan anak stunting. Salah satunya adalah kondisi kekurangan energi kronik pada ibu hamil.
Kondisi tersebut dapat diketahui melalui pemeriksaan indeks massa tubuh (IMT). Ibu hamil dengan IMT kurang dari 18,5 kg/m² memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan pertumbuhan janin.
Selain itu, lingkar lengan atas ibu hamil yang kurang dari 23,5 sentimeter juga menjadi salah satu indikator kurangnya asupan nutrisi selama kehamilan. “Biasanya saat pemeriksaan kehamilan di puskesmas itu dicek semua, mulai dari berat badan, lingkar lengan, sampai kadar hemoglobin atau HB,” ujarnya.
Anemia pada ibu hamil juga menjadi faktor yang cukup sering ditemukan. Berdasarkan data kesehatan, hampir separuh ibu hamil di Indonesia mengalami anemia, terutama akibat kekurangan zat besi. Padahal, anemia dapat memengaruhi pertumbuhan janin dan meningkatkan risiko komplikasi selama kehamilan maupun persalinan.
“Kalau ibu mengalami anemia, asupan oksigen dan nutrisi ke janin bisa terganggu. Ini yang nantinya dapat memengaruhi pertumbuhan anak,” katanya.
Selain anemia, beberapa penyakit infeksi seperti cacingan juga dapat menjadi penyebab meningkatnya risiko stunting, terutama di daerah dengan sanitasi yang kurang baik. Karena itu, ibu hamil dianjurkan rutin memeriksakan kehamilan minimal enam kali selama masa kehamilan agar kondisi kesehatan ibu dan janin dapat dipantau secara berkala.
Dokter juga menjelaskan bahwa kebutuhan gizi ibu hamil harus terpenuhi, baik makronutrien maupun mikronutrien. Makronutrien meliputi protein, karbohidrat, dan lemak, sedangkan mikronutrien meliputi zat besi, zinc, vitamin, serta mineral lainnya.
Program pemerintah seperti pemberian makanan bergizi dan tablet tambah darah menjadi salah satu upaya untuk membantu memenuhi kebutuhan tersebut. “Tablet tambah darah sangat penting untuk mencegah anemia. Minimal ibu hamil mengonsumsi 90 tablet selama kehamilan,” jelasnya.
Namun, tidak sedikit ibu hamil yang mengeluhkan rasa mual saat mengonsumsi tablet tambah darah. Untuk mengurangi efek tersebut, konsumsi tablet dianjurkan pada malam hari sebelum tidur.
Selain nutrisi, jarak kehamilan juga menjadi perhatian penting. Idealnya, jarak antar kehamilan minimal dua tahun agar kondisi fisik dan mental ibu siap menjalani kehamilan berikutnya.
Jika jarak kehamilan terlalu dekat, ibu berisiko mengalami kelelahan fisik dan kekurangan nutrisi karena masih fokus mengurus anak sebelumnya.
“Kalau jaraknya terlalu dekat, kebutuhan gizi ibu bisa tidak tercukupi dan akhirnya memengaruhi kondisi janin,” katanya.
Dukungan keluarga, terutama suami, juga dinilai sangat penting dalam mencegah stunting. Suami diharapkan ikut mendampingi pemeriksaan kehamilan dan memastikan kebutuhan nutrisi ibu terpenuhi.
Selain itu, lingkungan yang sehat dengan akses air bersih dan sanitasi yang baik turut mendukung kesehatan ibu hamil dan anak.
Ia berharap para ibu hamil lebih aktif memeriksakan kondisi kehamilan dan memahami kebutuhan tubuhnya selama masa mengandung.
“Kehamilan sehat bukan hanya tanggung jawab ibu, tetapi juga keluarga. Semakin dini pencegahan dilakukan, semakin besar peluang anak tumbuh sehat dan terhindar dari stunting,” pungkasnya. (Hil)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....